| Senin, 19 Juni 2006 | OLAHRAGA |
Aragones Pertahankan ''Spanyol Baru''FRANKFURT - ''Spanyol Baru'', itulah julukan yang diberikan koran Inggris, Daily Mirror untuk eksperimen yang telah dilakukan Pelatih Luis Aragones. Ya, coach gaek itu melakukan perubahan drastis justru ketika timnya sudah memasuki medan laga yang sesungguhnya. Namun keberanian Aragones - yang memilih memainkan format 4-3-3- terbukti ampuh. Anak-anak asuhannya mencukur Ukraina 4-0 pada pertandingan pertama Grup H. Kini, kreasi mantan arsitek Barcelona itu akan diuji lagi tatkala Spanyol menghadapi Tunisia di Stadion Gottlieb-Daimler, Stuttgart, Senin waktu Jerman atau Selasa dini hari WIB nanti. Wartawan Suara Merdeka, Edi Indarto melaporkan dari Frankfurt, optimisme besar membuncah di kubu tim Matador. ''Performa kami bagus, tidak ada alasan untuk melakukan perubahan,'' kata Luis Aragones. Hanya, New Spanish racikan Aragones masih butuh bukti lagi, setidaknya dengan satu kemenangan tambahan, untuk memuluskan laju mereka menembus babak 16 besar. Aragones bebas memilih semua pemain untuk diturunkan melawan Tunisia, karena tak ada satupun anggota timnya yang cedera atau terkena hukuman kartu. "Berdasarkan sejarah, kami belum pernah mencapai hasil yang menggembirakan di Piala Dunia. Kali ini kami ingin berbuat sesuatu. Tetapi untuk itu, kami harus melewati pertandingan keras melawan Tunisia. Mereka lebih baik dari Ukraina," kata Aragones. Bek Carles Puyol berpendapat, ''Kami tidak terlalu buruk dan kami memiliki kesempatan besar sekarang. Menang 4-0 adalah dukungan besar. Kami sangat yakin sekarang, tapi kami harus tetap merendah." Kemenangan atas Ukraina memperpanjang rekor tidak terkalahkan Spanyol dalam 23 pertandingan. Namun rekor itu masih di bawah torehan Spanyol yang dipimpin pelatih Javier Clemente pada September 1994 sampai November 1997. Ketika itu, Clemente memberi 31 kemenangan bagi negaranya. Spanyol sudah tampil dalam delapan kali Piala Dunia, dan satu-satunya raihan besar mereka terjadi saat maju ke empat besar tahun 1950. Siapkan Strategi Sedangkan Tunisia merupakan tim pertama Afrika yang berhasil mencatat kemenangan di Piala Dunia, yakni ketika mengalahkan Meksiko 3-1 pada 1978. Pelatih Tunisia Roger Lemerre agaknya berusaha hemat dalam komentar. Mantan coach tim nasional (timnas) Prancis itu meminta wasit untuk lebih cermat dalam memimpin pertandingan. Dia merasa timnya banyak dirugikan sang pengadil ketika bermain imbang 2-2 melawan Arab Saudi. Eks tangan kanan Aime Jacquet ini mengakui, penampilan Spanyol sangat mengesankan pada saat membekap Ukraina. Namun dia sudah menyiapkan strategi agar Tim Matador tak bisa mendominasi. Hanya, Lemerre masih diliputi keraguan apakah bisa menurunkan striker kelahiran Brasil, Francileudo dos Santos, ataukah tidak. Santos tidak dimainkan dalam laga pertama dan posisinya digantikan Ziad Jaziri. Santos hanya memiliki peluang 50 persen untuk bermain melawan Ukraina. Pemain itu mengalami cedera tulang kering dalam pertandingan persahabatan terakhir mereka melawan tim pilihan Jerman, 7 Juni lalu. Santos telah mencetak 18 gol dalam 28 pertandingan bersama Tunisia sejak dia pindah negara pada awal 2004, termasuk satu pertandingan final Piala Afrika 2004. Aragones tetap akan mengandalkan duet penyerang Fernando Torres dan David Villa, dilapis Luis Garcia yang akan beroperasi sebagai penyerang lubang. Villa menyisihkan sang kapten, Raul Gonzalez yang kini harus puas duduk di bangku cadangan. Ban kapten diberikan kepada kiper Iker Casillas. Torres, bintang Atletico Madrid, telah menyumbang satu gol. Sementara Villa, striker asal Valencia, malah mengukir dua gol (satu dari titik penalti). ''Kami berharap bisa bermain lepas seperti ketika menghadapi Ukraina. Start bagus kali ini membuat kami semakin percaya diri,'' ungkap Torres, yang disebut-sebut bakal direkrut Liverpool. Di barisan gelandang, Aragones mendahulukan Marcos Senna, pemain tengah kelahiran Brasil, dibanding David Albelda. Senna diplot mendampingi Xabi Alonso dan Xavi Hernandez. Luis Garcia agak didorongnya ke depan untuk membentuk trisula dengan Torres dan Villa. Di lini pertahanan, Carles Puyol bakal ditemani Manuel Pablo sebagai bek tengah. Dalam uji coba sebelumnya, Puyol lebih banyak dipasangkan dengan Juanito. Bek kanan diisi Sergio Ramos yang biasanya menjadi stopper, sementara bek kiri dipercayakan kepada Mariano Puerta, pemain kelahiran Argentina asal Getafe. (*-40) |