| Senin, 19 Juni 2006 | NASIONAL |
49 Keluarga Transmigran Terkatung-katung
SEMARANG - Nasib 49 keluarga asal Jawa Tengah yang menjadi transmigran di Provinsi Sulawesi Tenggara tidak jelas. Kini mereka terkatung-katung di Konawe Selatan. Padahal pemprov dan pemkab setempat menjanjikan lahan yang layak ditempati. Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jateng Noor Rosyadi kemarin mengatakan, setelah diusir dari Transito Lepo-Lepo, mereka sekarang menginap di DPRD Sulawesi Tenggara. ''Awalnya para transmigran menempati lahan di kabupaten tersebut, tapi ternyata lahan yang ditempati digenangi banjir, kemudian menginap di Transito,'' kata dia. Perlakuan yang tidak mengenakkan dari pemerintah daerah dan penduduk setempat membuat mereka ingin segera pulang ke kampung halaman. Beberapa kali usaha telah dilakukan oleh DPRD setempat dengan memfasilitasi pertemuan antara Pemkab Konawe Selatan dan para transmigran, tapi tidak membuahkan hasil. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng Srimoyo Tamtomo mengemukakan, mereka berasal dari Kendal, Tegal, Kabupaten Pekalongan, Pati, dan Brebes. ''Mengenai penyebab mereka ingin pulang, lahan yang mereka tempati tidak sesuai dengan kesepakatan antara Pemprov Jateng dan Sulawesi Tenggara. Kami tidak me-nyalahkan Pemprov Sulawesi Tenggara, tapi lahan yang disediakan ternyata tidak sesuai dengan isi kesepakatan.'' Seharusnya lahan yang ditempati sudah jelas dan layak huni. Namun di lahan yang ditempati, baru hujan dua hari sudah tergenang banjir. Bahkan airnya tidak kunjung surut sehingga tidak bisa ditinggali apalagi untuk bercocok tanam.(G17,H7-46n) |