logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 NASIONAL
Line

Pengecer Togel Tewas Ditembak

CEPU - Sutrisno Nasri (35) warga Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Blora, yang diduga penjual judi togel, tewas ditembak polisi pukul 14.30, kemarin. Penembakan dilakukan setelah polisi menggerebek sebuah warung di Mentul, Cepu yang diduga dijadikan tempat transaksi perjudian.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, polisi terpaksa menembak Nasri lantaran yang bersangkutan kabur saat hendak ditangkap. Tembakan peringatan berulang kali yang dilakukan polisi ternyata tidak menyiutkan nyali Nasri. Dia tetap nekat berusaha melarikan diri dari kejaran petugas. Bahkan polisi sempat mengejar Nasri sejauh 500 meter dari warung yang dijadikan tempat transaksi perjudian itu.

Penggerebekan diawali ketika petugas dari Polsek Cepu menangkap Teguh (26) warga Tuk Buntung, Cepu yang juga melakukan kegiatan sama dengan Nasri. Setelah dilakukan pengembangan, polisi mendapat informasi adanya transaksi judi togel di warung milik Sugiyanto. Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan mengirimkan tim yang dipimpin langsung Kapolsek Cepu AKP Laode Amani, untuk melakukan penggerebekan. Polisi yang datang tiba-tiba, membuat beberapa orang yang berkumpul di warung itu tidak bisa berbuat banyak. Mereka selanjutnya menyerahkan diri. Namun tidak demikian dengan Nasri. Dia berusaha kabur dari tangkapan polisi. Petugas selanjutnya melakukan pengejaran hingga ke lorong-lorong kecil di samping rumah warga. Nasri akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah timah panas menembus dadanya.

Dalam penggerebekan ini polisi mengamankan tersangka lainnya yakni Suyatno (40), warga Karangboyo yang diduga membeli judi togel dari Nasri. Sementara itu, dari saku celana Nasri, polisi menyita rekapan dan uang hasil penjualan judi togel sebesar Rp 100.000.

Kapolres Blora AKBP Drs Lotharia Latif mengatakan, penembakan yang dilakukan anak buahnya itu sudah melalui prosedur yang semestinya. ''Tembakan peringatan beberapa kali, ternyata diabaikan korban. Dia tetap nekat hendak melarikan diri,'' ujarnya. Meski demikian Kapolres mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. ''Kejadian ini merupakan peringatan keras bagi pelaku-pelaku perjudian di Blora.'' (H18,ud-41v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA