logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 NASIONAL
Line

Bayi Lahir dengan Usus Terburai

BREBES - Nasib malang menimpa pasangan suami istri, Sutimah (17) dan Walino (22), warga Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Pasalnya, putra pertama mereka lahir dengan kondisi memprihatinkan.

Bayi dengan berat badan 1,8 kilogram itu lahir dengan usus terburai, Jumat (16/6). Saat ini bayi itu masih dirawat intensif dan dimasukkan dalam inkubator di ruang ICU RSUD Brebes.

Menurut Sutimah, proses persalinan berlangsung di rumahnya dibantu seorang bidan. Namun, proses kelahiran anaknya tidak berlangsung normal. Sebab, yang keluar kali pertama adalah bagian pantat. Padahal, biasanya bayi lahir bagian kepala terlebih dahulu.

Dia mengaku terkejut mengetahui anaknya lahir dengan usus di luar perut. Bidan segera membawa ke RSUD Brebes. "Melihat itu, saya lemas. Tidak menyangka kondisi anak saya terlahir dalam kondisi tidak normal," ujarnya.

Sutimah menuturkan, selama mengandung, dia tidak pernah mengalami tanda-tanda kelainan. Saat ini dirinya hanya bisa pasrah. Untuk biaya perawatan, ia mengaku kesulitan. Sebab, suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu.

Selama ini pasangan itu tinggal satu rumah bersama orang tuanya. Karena itu, ia berharap ada uluran tangan dari dermawan untuk meringankan cobaan yang dialaminya. "Saya sangat berharap ada seorang dermawan yang memberikan bantuan untuk biaya operasi anak saya," ucapnya.

Sementara itu, Umu Aiman (28), bidan yang membantu persalinan, mengatakan, secara medis kelahiran bayi tersebut tergolong prematur. Sebab, saat anak itu lahir umur kandungan Sutimah baru menginjak delapan bulan.

Adapun faktor yang menyebabkan usus balita itu terburai diduga karena kekurangan asam folat. Menurut keterangannya, asam folat berfungsi untuk menghindari bayi terlahir dalam keadaan cacat. "Hal itu bisa terjadi karena sang ibu ketika mengandung kekurangan gizi," tandasnya. (bs-60v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA