| Senin, 19 Juni 2006 | NASIONAL |
Komitmen Kapolri Harus DibuktikanJAKARTA - Mutasi perwira tinggi Polri harus dalam konteks untuk menyukseskan komitmen Kapolri Jenderal Pol Sutanto, yaitu memerangi perjudian dan kemaksiatan. Bila citra Polri ingin cepat berubah, mutasi itu harus mendapat perhatian yang serius. Demikian dikatakan anggota Komisi III DPR RI Lukman Hakim Saifuddin, kemarin. ''Mutasi ini harus bisa membuktikan bahwa komitmen yang dikatakan Pak Sutanto saat mengikuti fit and proper test di DPR beberapa waktu lalu, yaitu memerangi perjudian dan kemaksiatan, bukan sekedar lips service sehingga kita harapkan citra Polri bisa segera cepat berubah,'' katanya. Pembersihan Polri Sementara itu, pengamat kepolisian dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala mengatakan, pemberantasan perjudian dan kemaksiatan yang diucapkan Sutanto sebenarnya lebih mengarah pada pembersihan tubuh Polri dari keterlibatannya dalam kedua praktik yang meresahkan masyarakat tersebut. ''Perjudian dan kemaksiatan itu kan sangat luas. Pak Tanto sebenarnya lebih mengarah pada upaya untuk membebaskan keterlibatan aparat Polri dalam mem-backing-i kedua penyakit masyarakat tersebut,'' katanya semalam. Ditanya tentang isu di balik penggantian Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Firman Gani -yang dianggap tidak tegas terhadap laskar yang melakukan razia- Lukman mengatakan, dalam hal ini bukan Firman yang harus disalahkan. Sebagaimana telah diberitakan, berdasarkan Surat Kapolri bernomor TR/694/VI/2006 bertanggal 16 Juni 2006, ada puluhan perwira tinggi Polri dimutasi, di antara adalah Kapolda Metro Jaya, Irwasum, dan Kabid Propam. (F4-49n) |