| Senin, 19 Juni 2006 | NASIONAL |
GEMA GEDUNG BERLIANDiusulkan Rumah Bedeng untuk Korban GempaKOMISI D (Bidang Pembangunan) DPRD Jawa Tengah mengusulkan kepada pemerintah, untuk membangunkan rumah bedeng (darurat) atau rumah sangat sederhana sekali (RSSS) para korban gempa bumi di Klaten yang kehilangan tempat tinggal. Menurut pendapat anggota komisi itu, Sasmito, rumah tersebut akan lebih manusiawi daripada memakai tenda-tenda terpal seperti sekarang ini. ''Kelihatannya tenda-tenda yang ditempati sekarang sangat kumuh. Karena itu, pemerintah sebaiknya membuat rumah bedeng dengan harga sekitar Rp 5 juta per unit,'' ujar dia, kemarin. Komisi D, lanjutnya, sudah dua kali meninjau daerah bencana gempa di Klaten. Kunjungan terakhir, Kamis (15/6), disertai dinas teknis terkait dengan bidang tugas komisi yang membidangi pembangunan itu. Yaitu Dinas PSDA, Dinas Kimtaru, Badan Pemberdayaan Masyarakat, dan Dinas Bina Marga. Bahkan pada kunjungan itu, rombongan diterima Wakil Gubernur Ali Mufiz yang didampingi Kepala Kesbanglinmas Jateng Ristanto di lokasi bencana. ''Hasil kunjungan itu antara lain merekomendasikan pembuatan rumah bedeng bagi korban gempa, apalagi masa rehabilitasi kabarnya bisa sampai satu tahun. Akan tidak baik jika pengungsi dibiarkan hidup di tenda dalam waktu yang lama,'' tandas anggota Fraksi Partai Golkar itu. Sementara itu, Ketua Komisi D Rukma Setya Budi menekankan, belum ada tanda-tanda perbaikan atas kerusakan rumah, jembatan, jalan, bangunan fasilitas pemerintah dan fasilitas umum serta pasar tradisional. Meski demikian, sejumlah fasilitas itu sebaiknya diprioritaskan karena sebagian anggarannya dibahas dalam APBD Perubahan. ''Kebutuhan mendesak lainnya adalah air bersih,'' ucap wakil rakyat mewakili PDI-P itu. Wakil Ketua Komisi D Moh Endro Suyitno mengatakan, meski sejumlah kerusakan fasilitas itu merupakan milik Pemkab, Pemprov harus turun tangan membantu pembangunan kembali. Sebab, ini sifatnya bencana dan serbadarurat. Komisi D, lanjutnya, juga berencana menyediakan tenaga dai untuk warga korban gempa. Menurut keterangan Wagub saat menerima rombongan Komisi D, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (27/5) melanda sembilan kabupaten di Jateng, yaitu Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Purworejo, Magelang, Kebumen, dan Temanggung. Mengutip penjelasan Wagub, Rukma Setya Budi menyebutkan, akibat gempa rumah yang roboh/rusak berat berjumlah 33.895 buah, rusak sedang (65.835), dan rusak ringan (104.111). Korban manusia, 1.064 meninggal dan 18.210 luka-luka. Kerusakan sarana pendidikan 625 gedung TK/SD/MI, 52 SLB/SMP/MTs, 12 SMA/ MA, dan 12 SMK. Kerusakan jalan 1.914 m2 dan jembatan 16 buah. (Jamal al Ashari-41j) |