| Senin, 19 Juni 2006 | NASIONAL |
Diperlukan Program Khusus EkonomiMANADO - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan perlunya program khusus di bidang ekonomi untuk mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam jangka pendek. "Harus ada program khusus bersifat jangka pendek dengan beberapa target rencana kerja yang adil, terutama untuk kelompok lemah di perdesaan, perkotaan, petani, nelayan, dan kelompok marginal lainnya," katanya saat membuka Kongres Ke-16 Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Manado, semalam. Program khusus tersebut, lanjutnya, diperlukan berdasarkan pengalaman di negara-negara lain. Meskipun sudah melakukan program pemulihan ekonomi yang terarah, masih banyak masalah di masyarakat yang belum teratasi. ''Jadi selain program ekonomi yang konvensional, juga perlu yang nonkonvensional untuk mempercepat dan mengatasi semua masalah di masyarakat," ujarnya. Presiden juga meminta ISEI membantu pemerintah dalam merumuskan kembali strategi arah perekonomian nasional menjadi lebih baik. "Saya memberikan PR kepada ISEI untuk merumuskan kembali arah dan bangunan ekonomi kita untuk membuat makin kokoh, kuat, dan berkesinambungan," katanya. Presiden berharap banyak dari ISEI. Sebab, ikatan tersebut merupakan kumpulan dari para pemikir ekonomi, pimpinan bisnis, dan pembuat keputusan di bidang ekonomi yang bisa menjadi satu kekuatan dalam mengatasi masalah perekonomian. Pikiran Cerdas ''Saya harapkan hadir dari ISEI pikiran cerdas yang bisa diadopsi menjadi bagian kebijakan pemerintah dan kebijakan pembangunan ekonomi," katanya. Sementara itu, Ketua ISEI Burhanuddin Abdullah mengatakan, sektor pertanian memiliki potensi yang besar untuk menjadi sektor ekonomi unggulan Indonesia dalam era globalisasi. Menurutnya, dari laporan majalah The Economist yang berjudul "World in Figure", produk-produk Indonesia menduduki peringkat yang baik dalam daya saing di sebagian produk pertanian. Tentang minyak sawit dan karet alam, lanjutnya, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia, sedangkan karet sintetis berada di peringkat keempat. Kongres ISEI ini memilih tema "Meletakkan Kembali Dasar-dasar Pembangunan Ekonomi yang Kokoh". Selain Presiden, hadir pula Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Mendag Mari E Pangestu, Dirut BNI Sigit Pramono, dan Dirut Telkom Arwin Rasyid. (ant-60n) |