| Senin, 19 Juni 2006 | SEMARANG |
50 Persen Titik Reklame DihapusBALAI KOTA - Jumlah titik reklame di Kota Semarang rencananya dikurangi 40-50 persen dari jumlah awal, 1.452 titik. Sementara itu ruas jalan yang digunakan menyusut dari 130 jalan menjadi 25 jalan utama saja. Penyusutan itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan reklame. ''Yang akan dikurangi adalah titik-titik yang tidak memenuhi kaidah estetika. Misalnya reklame di depan Masjid Baiturrahman akan dikosongkan. Kemudian daerah yang dipandang padat akan dikurangi sehingga kesan reklame sebagai dekorasi kota dapat terlihat. Kebanyakan titik reklame yang dihilangkan itu sering tidak laku,'' ujar Suseno, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang, kemarin. Dia mengatakan, untuk memantau reklame, dinasnya akan melakukan pemetaan titik terluar dari 25 jalur yang akan digunakan, segera setelah Raperda Reklame disahkan, Rabu (21/6). Titik terluar tersebut adalah bagian selatan, dari Pasar Banyumanik, sisi tenggara Polsek Semarang Timur, di arah timur dari Terminal Terboyo, dan arah barat dari Pasar Jrakah. Dari titik tersebut ditarik beberapa garis jalan utama dengan pusat akhir di Simpanglima. Jalan utama di sepanjang garis tersebut memang berpotensi tinggi untuk pemasangan papan reklame. Jl Kaligawe misalnya, ada 63 titik, namun akan disusutkan hingga 30 titik. Sementara itu di Simpanglima, 4 dari 20 titik reklame akan dihilangkan. Dia menyebutkan, beberapa di antaranya di depan Masjid Baiturrahman. ''Sedangkan di luar ruas jalan itu, pemasang reklame harus menunggu kajian tim. Kelak akan ada tim yang mempelajari apakah lokasi itu layak secara estetika,'' imbuh dia. (H12,H9-18n) |