| Senin, 19 Juni 2006 | SEMARANG |
Teladani Buddha pada WaisakhapujaSABTU (17/6) sore menjelang petang, ratusan penganut Buddha berkumpul di depan ruang Mettakaruna Vihara Tanah Putih Semarang. Dipimpin Bhante Pannavaro dan tiga orang samanera (calon bikkhu), mereka melaksanakan Waisakhapuja 2550. Saat matahari hampir tenggelam, umat mulai berbaris dan berjalan pelan-pelan, menapaki anak tangga menuju Dammasala (ruang puja bhakti), masing-masing memegang setangkai kembang sedap malam. Tepat di depan pintu utama Dammasala, Bhante Pannavaro membawakan dhamma, yang berisi ajaran Sang Buddha Gautama. Umat menyimak, lantas menirukannya. ''Namo tassa bhagavato sammasambuddhassa (Terpujilah Sang Bhagava, Yang Mahasuci, yang telah mencapai penerangan sempurna).'' Sebelum menjalani ritus utama, Bhante, samanera, dan sejumlah bocah pembawa lilin melakukan pradaksina. Mereka mengelilingi Dammasala sebanyak tiga kali. Umat bergeming, namun tetap dalam posisi puja. Dalam ritus utama, Bhante Pannavaro menguraikan ajaran kesusilaan Buddha serta membaca parita suci. Suasana demikian khusyuk. Umat yang duduk bersila menyimaknya dengan saksama. Mereka mencoba meneladani keutamaan Sang Gautama. Meriah Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Waisakhapuja di Vihara Tanah Putih berlangsung meriah. Ratusan umat dari Kota Semarang dan sekitarnya datang untuk memuja Sang Buddha Gautama. Mereka datang berombongan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Dibanding tempat lain, Waisakhapuja di Vihara Tanah Putih boleh dikata paling akhir. Di Vihara Buddhagaya Watugong misalnya, perayaan telah dilaksanakan dua minggu sebelumnya. Menurut Humas, Irsan Surjadi, hal itu karena penjadwalan belaka. ''Yang paling awal adalah perayaan tingkat nasional, yang digelar di pelataran Candi Borobudur, baru setelah itu di vihara-vihara.'' Dalam kesempatan tersebut digelar Bursa Vihara Tanah Putih, yang menyediakan pernak-pernik perlengkapan peribadatan serta buku-buku keagamaan. Bursa yang dilaksanakan di ruang Mettakaruna itu mendapat perhatian dari umat yang datang. (Rukardi-62h) |