| Senin, 19 Juni 2006 | SEMARANG |
Brimob Gembleng 40 Linmas IntiSEMARANG- Sebanyak 40 personel perlindungan masyarakat (linmas) inti atau dulu dikenal dengan sebutan pertahanan sipil (Hansip), dari 16 kecamatan se-Kota Semarang digembleng oleh Brimob. Seminggu, sejak Rabu (13/6) lalu, mereka mengikuti pelatihan di markas Brimob Jateng Detasemen A Kompi 2 Simongan. Dari personel Brimob yang menjadi instruktur, para linmas inti itu memperoleh berbagai materi kesamaptaan. Materi yang disampaikan, antara lain peraturan baris-berbaris (PBB), kedisiplinan, penanggulangan huru-hara serta search and rescue (SAR), baik di darat maupun laut. Selain teori, materi juga disampaikan dalam bentuk praktik langsung di lapangan. Kepala Kantor Infokom Ulfi Imran Basuki mengatakan, pelatihan itu untuk menyiapkan personel linmas inti yang tanggap dan siap untuk mengantisipasi bencana. Karena itu, mereka memperoleh materi tentang SAR, mulai dari teori hingga praktik. Selain itu, mereka juga disiapkan untuk melindungi masyarakat. Keadaan Bencana ''Diharapkan seusai pelatihan, mereka akan menjadi linmas yang siap melaksanakan tugas dan fungsinya untuk melindungi masyarakat. Pada saat dibutuhkan, terutama untuk keadaan bencana, mereka siap diterjunkan sewaktu-waktu,'' kata Ulfi, di sela-sela pelaksanaan pelatihan di markas Brimob Simongan, baru-baru ini. Sebagian mereka selanjutnya akan ditempatkan di Kantor Kesbanglinmas dan sebagian lain disebar ke tingkat kecamatan. ''Terutama, untuk antisipasi banjir dan longsor pada musim hujan atau bencana-bencana lain yang perlu penanganan cepat.'' Terkait dengan pelatihan itu, AKP Wardi mengatakan, persoalan yang dihadapi para linmas semakin lama kian berat. Mereka perlu memperoleh materi pelatihan yang sesuai dengan perkembangan persoalan yang diharapkan. (H9-18s) |