| Senin, 19 Juni 2006 | SEMARANG |
Cemburu, Aniaya Sepasang KekasihSEMARANG- Karena dibakar api cemburu melihat wanita yang dicintai berjalan berdua dengan orang lain, seorang laki-laki nekat melakukan penganiayaan, Sabtu (17/6). Pelaku adalah Wawan Adi (24), warga Jl Pandanaran. Korbannya adalah I Putu Yohanes Sugina (26), warga Jl Lamongan Raya RT 5 RW 5, dan kekasihnya, Natalia Kasih Wasiati (25), warga Jl Kendeng II, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur. Selama ini pelaku memang menebar benih cinta kepada Natalia. Namun ketika niatan untuk menjadikan pacar diutarakan Wawan, Natalia menampiknya dengan alasan sudah mempunyai seorang kekasih. Wanita berparas rupawan itu pun menganggap Wawan tak ubahnya teman biasa. Kendati bertepuk sebelah tangan, toh Wawan tak patah arang. Menabur Simpati Berkali-kali dia berusaha menghubungi dan menabur simpati pada pujaan hatinya. Namun, berkali-kali itu pula usahanya sia-sia. Rupanya, batas kesabaran pelaku kian habis. Perlakuan yang diterima membuatnya naik pitam. Serta-merta, dalam hitungan hari cinta Wawan kepada Natalia berubah menjadi amarah. Dengan kata-kata kasar, pelaku beberapa kali meneror wanita itu lewat telepon selular. Umpatan dan dampratan kerap dilakukan, sebagai bentuk pelampiasan kejengkelan. Tak hanya kepada Natalia, pelaku juga melakukannya kepada laki-laki yang berusaha mendekati wanita yang pernah didambanya itu. Puncaknya, ketika Sabtu lalu sekitar pukul 17.00, pelaku melihat Natalia berjalan dan makan berdua dengan seorang lelaki. Keduanya terlihat mesra menyantap makanan di rumah makan Bakmi Tebet di Jl Erlangga. Seusai makan, mereka bermaksud melewatkan suasana di lain tempat. Tiba-tiba, di tempat parkir rumah makan itu, sepasang kekasih tersebut didatangi pelaku dan temannya, Soni (25). Tanpa basa-basi, Yohanes diumpat dengan kata-kata kotor dan ditantang berkelahi. Namun, hal itu tidak ditanggapi korban. Ketika hendak pergi, laki-laki itu dipukul kepalanya dengan helm oleh Wawan. Natalia yang hendak melerai pun mengalami nasib serupa. Akibatnya, keduanya mengalami luka memar di wajah. Tak terima dengan perlakuan itu, keduanya melaporkan penganiayaan yang diterima ke Mapolwiltabes Semarang. (H21-62s) |