logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 SEMARANG
Line

Pasar Johar Dirajang Tak Untungkan Investor

SEMARANG- Risiko mengangkat Pasar Johar dengan cara mendongkrak, bisa dikurangi dengan cara merajang atau memotong-motong bangunan.

Pengangkatan dilakukan bagian demi bagian dari potongan tersebut. Upaya mengangkat pasar tradisional tersebut, Sabtu (17/6) lalu, kembali mengemuka dalam diskusi Upaya Penyelamatan Bangunan Arsitektur di Semarang Bagian Bawah. Diskusi dengan studi kasus Pasar Johar tersebut diselenggarakan alumni Magister Teknik Arsitektur (MTA) Undip.

Ketua alumni MTA Undip Ir Bambang Riyanto MT mengatakan, pengangkatan dilakukan bagian demi bagian. Setelah semuanya terangkat, bagian-bagian yang semula dipotong-potong bisa disambung lagi. ''Saat ini sudah ada teknologi untuk mengangkat dan menyambung bangunan-bangunan itu,'' kata dia.

Mengenai risiko, dia mengatakan, cara itu relatif aman. Kalaupun terjadi kecelakaan dan bagian itu rusak, masih bisa dibangun lagi. Dalam diskusi tersebut pakar hidrologi Undip Dr Ir Robert J Kodoatie berpendapat, tidak masuk akal jika rob dijadikan alasan untuk membongkar Pasar Johar. Menurutnya, rob yang masuk ke pasar itu bisa diatasi tanpa membongkar bangunan.

Rob masuk Pasar Johar melalui saluran-saluran kecil. Saluran-saluran tersebut semula untuk membuang air dari dalam pasar ke Kali Semarang. Namun, pada saat air laut pasang, air dari Kali Semarang berbalik ke dalam pasar. ''Maka, untuk mengatasi hal itu sebenarnya cukup dengan cara membenahi Kali Semarang,'' kata dia.

Saat ini dana untuk keperluan itu sudah ada, yakni berupa pinjaman dari Japan Bank International Cooperation (JBIC). Dengan dana itu perbaikan saluran bisa dilakukan sehingga tahun 2008 Johar sudah bebas rob.

Selain itu, menurut Ketua Kadin Jateng Solichedi, membongkar Pasar Johar juga tidak akan menguntungkan investor, karena sejak awal rencana pembongkaran sudah ditentang publik. Karena itu, sebaiknya Pemkot dan investor tidak memaksakan ide untuk membongkar Johar. Sebab, jika hal itu terjadi bisa membangkitkan people power dan hal ini akan menjadi hambatan. ''Investor mestinya mengetahui hal ini dan sebaiknya jangan terlalu percaya diri,'' kata dia. (G6-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA