logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 SEMARANG
Line

Jalan Berdebu Akibatkan ISPA

SEMARANG- Sejumlah ruas jalan di Kota Semarang berdebu tebal saat dilintasi pengendara motor, mobil pribadi, dan kendaraan berat. Polusi udara tersebut antara lain terjadi di sepanjang Jalan Raya Jrakah-Mijen (Ngaliyan), Jalan Raya Puri Anjasmoro (Semarang Barat), dan Jalan Raya Kaligawe.

Kondisi seperti itu dikeluhkan sejumlah pengguna jalan, karena dikhawatirkan menimbulkan penyakit inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA), penyakit mata, dan penyakit lain.

Di Ngaliyan, tidak hanya kerusakan yang dikeluhkan pengguna jalan penghubung Mijen itu. Debu yang beterbangan sangat dikeluhkan warga dan pemakai jalan. ''Baik siang maupun malam, debu mengganggu pengendara sepeda motor, mobil, dan penumpang angkutan,'' kata Hidayati (27), warga Semarang, Sabtu (18/6) malam.

Dia yang sehari-hari tinggal di kawasan Jl Sriwijaya begitu terkaget-kaget ketika berkunjung ke tempat koleganya di sekitar Pasar Ngaliyan.

Saat melintas di jalan raya itu, dia sangat terganggu polusi debu dan kerusakan jalan. ''Mata begitu pedih, kerongkongan dan hidung terasa gatal,'' katanya.

Polusi debu itu berasal dari proyek pelebaran jalan Jrakah-Ngaliyan. Pelebaran jalan baru sebatas pengurukan dengan tanah pada lahan yang dilebarkan. Sejumlah warga yang sudah paham dengan kondisi jalan di daerah itu, sejak awal telah melakukan persiapan lebih dini. Seperti melengkapi diri dengan masker atau menutup mulut dan hidung lainnya.

Puri Anjasmoro

Kondisi serupa di Jalan Puri Anjasmoro, tepatnya sebelah utara palang pintu kereta api. Pada ruas jalan dengan panjang sekitar 600 meter itu, yang sebelumnya berpaving, sekarang diuruk tanah. Sejumlah alat berat sudah disiapkan untuk mengeraskan lapisan tanah uruk tersebut.

''Meski begitu, pengerasan itu tidak menghilangkan munculnya polusi udara akibat debu yang beterbangan. Baik siang maupun malam, polusi udara akibat debu tetap begitu parah,'' kata Budi S, warga Krobokan.

Penjual makanan siap saji di sepanjang jalan itu juga mengeluhkan kondisi tersebut. Warung mereka sepi, karena tidak ada calon pembeli yang mampir. Pemakai jalan juga cepat-cepat melewati jalur itu, mengingat polusi udara yang begitu parah.

Kondisi lebih parah di Jalan Raya Kaligawe. Ruas jalan nasional yang sekarang ditinggikan juga meninggalkan persoalan polusi debu. Keluhan-keluhan tersebut sampai sekarang belum ditangani pihak berwenang di jajaran Pemkot.

Keadaan seperti itu bila tidak ditangani segera dikhawatirkan makin meningkatkan jumlah penderita ISPA di Semarang. Apalagi sekarang sedang memasuki musim kemarau, makin memudahkan warga terserang penyakit tersebut.(G17-18s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA