logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Ketep Pass Aman, Buka 24 Jam

HUJAN abu Merapi turun deras di Ketep Pass. Ketebalannya sampai lima milimeter. Para pengunjung objek wisata andalan Kabupaten Magelang itu harus bermasker. Bahkan, beberapa pengunjung yang bersepeda motor tetap berhelm untuk menikmati puncak aktivitas Merapi.

Hujan abu tak menyurutkan beberapa wisatawan untuk berekreasi di Ketep Pass. Tetapi sejak gempa tektonik 27 Mei lalu, jumlah pengunjung memang berkurang hingga sekarang.

Ada beberapa rombongan yang menangguhkan kunjungan, karena mengira objek wisata itu tidak aman. Apalagi ada pemberitaan di televisi, objek wisata Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, ditutup.

"Yang belum tahu akan mengira Ketep Pass juga ditutup, karena sama-sama dekat dengan Gunung Merapi," kata M Khamim SSos, Pemimpin Taman Wisata Alam Ketep Pass, kemarin, sambil menyebutkan nomor ponselnya, 081328747723, bagi wisatawan yang ingin mendapatkan informasi.

Dia menjelaskan, Ketep Pass aman dari ancaman bencana Merapi. Sebab, terletak di dataran tinggi di sebelah barat laut gunung berapi tersebut. Dari puncak Bukit Ketep, wisatawan bisa menyaksikan panorama yang indah.

Lava Pijar

Saat cuaca cerah, pengunjung bisa menyaksikan leleran lava pijar atau awan panas yang sesekali mengarah ke hulu Kali Krasak. Sejak peningkatan status Merapi dari Siaga menjadi Awas pada 13

Mei 2006, objek wisata itu tak hanya buka siang, tetapi diperpanjang hingga 24 jam. Sebab, banyak yang datang pada malam hari. Tiap hari mencapai 603 orang.

Setelah gempa bumi 27 Mei 2006, hingga sekarang jumlah pengunjung turun drastis. Tempat jualan cenderamata, makanan, minuman, termasuk jagung bakar khas Ketep Pass, hampir semua tutup.

Kemarin pagi hanya satu warung makan yang buka. Penjual jagung bakar pun hanya satu.

Karena itu, sejak awal pekan ini pengunjung yang melalui museum harus membayar tiket Rp 2.000/ orang.

"Pemasukan sampai sekarang baru 37 % dari target 2006 Rp 1 miliar," tutur Khamim.

Untuk promosi, pihaknya hanya menyebarkan surat informasi tentang objek wisata tersebut kepada biro-biro perjalanan wisata serta sekolah-sekolah dan perusahaan-perusahaan.

Dana promosi Ketep Pass didukung oleh anggaran Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang. Pengelola tidak memiliki anggaran promosi. (Tuhu Prihantoro-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA