logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Meski Abu Mereda, Tetap Waspada

HUJAN abu vulkanik Gunung Merapi untuk sementara mereda. Sudah jarang penduduk Kota Magelang yang bermasker seperti pada Rabu dan Kamis lalu (15 dan 16 Juni) ketika abu disertai pasir turun sangat deras. Itu bukan berarti ancaman penyakit juga mereda. Sebab, abu yang menumpuk di genteng rumah dan pinggir jalan beterbangan ketika ditiup angin.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Magelang dokter Nurul Safariah MKes menjelaskan, abu vulkanik bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan penyakit mata. ''Sebaiknya masyarakat tetap bermasker saat keluar rumah,'' tuturnya, kemarin.

Untuk mencegah penyakit tersebut, tambah Nurul, warga perlu meningkatkan stamina tubuh dengan meminum vitamin dan suplemen lain, serta mengonsumsi makanan bergizi. ''Kami juga sudah siap obat-obatan di puskesmas.''

Ditanya soal persediaan masker, Nurul mengatakan, tidak memiliki cadangan untuk masyarakat. Beberapa hari lalu memang mendapat kiriman cukup banyak masker dari pemerintah.

''Kiriman itu ya saya terima, sebagai persiapan menghadapi hujan abu,'' ungkapnya. Belakangan datang surat yang menjelaskan bahwa kiriman itu salah alamat.

''Seharusnya dikirim ke Kabupaten Magelang untuk para pengungsi Merapi, ternyata malah dikirim ke Kota Magelang. Sebelum hujan abu, masker sudah diambil sehingga sekarang tidak ada cadangan,'' tuturnya tanpa memerinci jumlah pastinya. (Doddy Ardjono-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA