logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Rumah yang Rusak Diverifikasi

  • Akibat Gempa di Dua Kecamatan

TEMANGGUNG- Sebanyak 163 rumah warga di dua kecamatan, yakni Kranggan dan Pringsurat, yang dilaporkan roboh atau rusak akibat gempa beberapa minggu lalu, diverifikasi oleh tim dari Pemkab. Hal itu perlu, agar bantuan untuk memperbaikinya tepat sasaran dan sesuai dengan tingkat kerusakannya.

"Selama dua hari ini tim dari Pemkab memverifikasi sekaligus mengambil gambar tiap rumah warga di Kecamatan Kranggan dan Pringsurat yang roboh atau rusak," kata Kabag Kesra Pemkab, Drs Djafar, di kantornya, Sabtu (17/6) lalu.

Menurut keterangannya, anggota tim verifikasi terdiri atas berbagai dinas dan instansi. Yakni Dinas Trantib Linmas, Dinas Cipta Karya, PMI, Kantor Kesatuan Kebangsaan (Kesbang), Dinas Sosial, Bagian Humas, dan Bagian Kesra.

Berdasarkan hasil verifikasi atau pengecekan langsung ke rumah warga yang terkena gempa itu, jumlahnya memang sesuai dengan yang dilaporkan oleh aparat desa setempat kepada camat yang diteruskan ke kabupaten. Akan tetapi ada beberapa rumah yang setelah diverifikasi ternyata kerusakan atau kerugiannya tidak sebesar yang dilaporkan.

"Mungkin dasar penghitungan kerugian antara warga dan kami berbeda. Karena itu, Senin (19/6) besok (hari ini) tim Pemkab akan rapat koordinasi untuk menyepakati dasar penggolongan rumah yang rusak dan besar bantuan," jelasnya.

Dia mengatakan, agar pemberian bantuan untuk membangun atau memperbaiki rumah warga itu tidak salah sasaran dan adil, rumah yang terkena gempa akan diklasifikasikan menjadi beberapa tingkatan kerusakan. Yakni untuk rumah yang roboh (klasifikasi A), rusak berat (klasifikasi B), rusak sedang (klasifikasi C), dan rumah yang rusak ringan (klasifikasi C).

"Jadi, besar bantuan nanti akan disesuaikan dengan tingkat klasifikasinya," tandasnya.

Hindari Kecemburuan

Dia berharap, dengan cara demikian tidak akan timbul ketidakpuasan antara warga yang satu dan yang lain lantaran bantuan yang diterimanya tidak sesuai dengan tingkat kerusakan. Menurutnya, gejolak atau kecemburuan dapat terjadi, jika bantuan kepada semua warga disamaratakan.

"Demikian pula jika jumlah bantuan untuk rumah yang rusak ringan justru lebih besar daripada yang rusak berat," tuturnya.

Dia menambahkan, usai verifikasi dan rapat koordinasi tim Pemkab, bantuan untuk warga yang rumahnya terkena gempa itu akan segera disalurkan. Dana tersebut, ujarnya, akan diambilkan dari Pos Anggaran Tak Terduga APBD II.

"Namun, jika warga hanya bergantung pada bantuan ini, tentu tidak akan mencukupi untuk biaya membangun atau memperbaiki rumah." (H24-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA