| Senin, 19 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Sukarelawan Asing Mulai Kembali ke NegaranyaYOGYAKARTA - Kepala Pusat Pengendalian Operasional Polri Brigjen Pol R Tarigan, kemarin melepas sukarelawan dan tenaga medis dari berbagai negara donor yang membantu menangani gempa bumi di Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah. ''Mereka akan kembali ke negara asal masing-masing menggunakan pesawat carter dari Bandara Adi Soemarmo Solo,'' ungkap dia menjawab pertanyaan wartawan di Yogyakarta, kemarin. Tarigan melepas 43 tenaga medis dari China di bawah pimpinan Zhao Heping dan 10 tenaga medis dari Turki di bawah pimpinan Yenal Aksoy. Tim medis ini berasal dari Lembaga Pasiad (Pasific Countries Social and Economic Solidarity Association). ''Pasiad selama ini telah melakukan layanan pengobatan gratis di alun-alun Yogyakarta,'' tutur Tarigan. Tim Medis China juga mendirikan rumah sakit lapangan di Desa Pundak, Kabupaten Bantul. Tim medis yang berasal dari SAR Internasional China, telah mengobati 3.500 orang dan melaksanakan 30 operasi besar serta 300 operasi kecil. Menyinggung masalah status Merapi, Tarigan mengatakan, berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kegunungapian Yogyakarta, hingga saat ini gunung masih berstatus Awas, di mana dalam satu jam sekali terjadi luncuran awan panas dengan jarak 5 kilometer. Brigjen Tarigan mengatakan, pemerintah telah menangani proses dan masalah evakuasi di sekitar Merapi sebaik mungkin. ''Untuk itu, kami harap masyarakat tetap tenang, jangan panik. Namun selalu waspada serta mencermati peringatan dan arahan dari pihak berwenang,'' katanya Meninggal Sementara itu, menurut data yang ada di Dinas Pendidikan DIY, jumlah guru dan dosen yang meninggal akibat gempa di Yogyakarta, sebanyak 37 orang. Sementara siswa/mahasiswa 199 orang. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY Sugito mengungkapkan, di Kabupaten Bantul jumlah guru dan dosen yang meninggal 27 orang, di Yogyakarta tujuh orang, Kabupaten Gunungkidul dua orang, Kabupaten Sleman satu orang, dan Kabupaten Kulonprogo satu orang. Sementara itu, siswa dan mahasiswa yang meninggal di Kabupaten Bantul 175 orang, luka parah 63 orang, dan luka ringan 62 orang. Untuk daerah Yogyakarta, 9 orang meninggal, luka parah tiga, dan luka ringan enam orang. Menurut Sugito, sekolah yang roboh, rusak parah maupun rusak ringan dan telah tercatat di Dinas Pendidikan DIY di Yogyakarta mencapai 270 gedung, Kabupaten Sleman (442), Bantul (905), Kulonprogo (311), dan Gunungkidul 426 buah. (sgt-39m) |