logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

PLN Bangun 20 Gedung Sekolah

UNTUK melancarkan kembali sistem pendidikan di daerah gempa bumi, PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Jawa Bali, Minggu (18/6) membangun kembali sejumlah sarana dan prasarana pendidikan, tempat ibadah, dan memberi bantuan kebutuhan pelajar di kawasan Bantul dan Klaten, Jawa Tengah.

Pembangunan kembali sarana dan prasarana pendidikan dan tempat ibadah itu, kemarin ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan kembali Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonolelo dan Masjid Nurul Imam, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.

Peletakan batu pertama dilakukan Ketua Pelaksana Tim Pemberdayaan Masyarakat PLN Pusat Rahmadi, disaksikan Bupati Bantul Drs HM Idham Samawi serta Sukartono, Wakil Ketua Monitoring Pascagempa Bumi DPR RI Sukartono.

Dengan demikian, PLN siap membangun kembali sejumlah sekolah dan tempat-tempat ibadah yang ada di kawasan Bantul dan Klaten, Jawa Tengah. Yakni 20 gedung baru sarana pendidikan dan tempat ibadah di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Menurut Rahmadi, PLN sebagai perusahaan persero ingin berpartisipasi membantu pemerintah. Akibat gempa bumi yang cukup dasyat itu, ribuan rumah, gedung-gedung sekolah, dan tempat-tempat ibadah banyak yang rusak.

Dari dua daerah itu, PLN membangun 20 gedung sekolah dan tempat ibadah. Antara lain SDN Wonolelo Bantul, masjid Nurul Imam Bantul, Gereja Kristen Jawa Klaten, Pura Sangga Buana Klaten, Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, Masjid An Nur Bantul, Masjid Al Amna Bantul.

Kemudian Masjid Migrojul Mustaqinallah Pleret Bantul, Masjid Al Muhtadin Gantiwarno Klaten, Masjid Albarokah Trucuk Klaten, GKJ Kotagede Yogyakarta, GKJ Canden Bantul, Masjid Al Wafa, Masjid Ziadathul Huda Sewon Bantul, Masjid Al Amin Wedi Klaten, Masjid Al Huda Gantiwarno Klaten, Mushala Al Hidayah Cepoko Sawit Klaten, Langgar Taukhid Cepoko Sawit Klaten, mushala Al Mukmin Kenteng Gatak Kartosuro, dan Mushala Al Huda Wonolelo Bantul.

Kesempatan

Pembangunan gedung sekolah dan tempat ibadah tersebut menelan dana Rp 1.460.834.000. ''Kami bersyukur karena diberi kesempatan untuk membangun kembali gedung sekolahan dan tempat-tempat ibadah. Kami berharap masyarakat Bantul maupun Klaten segera bangkit dan bersama-sama membangun kembali daerahnya,'' tutur dia.

Bupati Bantul dalam kesempatan itu mengajak seluruh warga Bantul tidak larut dalam kesedihan, sebaliknya membangun kembali daerahnya yang rusak. ''Kita tidak bisa berlarut-larut dalam kesedihan. Mari kita bangkit untuk membangun kembali daerah yang rusak ini,'' imbau Idham Samawi.

Bupati juga meminta masyarakat jangan hidup dari belas kasihan orang lain, ''Maju tidaknya kita bukan orang lain yang menentukan, tetapi kita sendiri. Untuk itu, masyarakat jangan larut dalam kesedihan dan jangan berharap bantuan dari orang lain,'' pesannya.

Sebab, katanya, suatu saat nanti bantuan yang mereka berikan akan berhenti juga. Karena itu, kepada semua korban, Bupati mengajak tidak minta belas kasihan di jalan-jalan. ''Karena maju mundurnya daerah ini ada di tangan kalian semua,'' tutur dia. (Sugiarto-39m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA