| Senin, 19 Juni 2006 | INTERNASIONAL |
Bom Hantam Patroli ThailandBANGKOK - Thailand selatan kembali diguncang bom. Serangan bom melukai enam polisi dan pejabat pemerintah yang sedang berpatroli Minggu kemarin. Polisi menyatakan, bom berbobot lima kilogram itu diledakkan dengan menggunakan telepon seluler. Pengeboman itu terjadi di sebuah persimpangan jalan di Provinsi Narathiwat. Keenam korban sedang berada di mobil patroli saat bom meledak. ''Bom itu diledakkan dengan telepon seluler. Dari enam korban, seorang di antaranya menderita luka parah,'' kata pejabat setempat yang menolak namanya disebutkan. Tak lama berselang, di Provinsi Yala, tiga tersangka pengedar narkotika ditangkap di dekat perbatasan Provinsi Pattani. Polisi menduga, ketiga tersangka juga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Thailand selatan.''Kami memiliki bukti bahwa mereka terlibat dalam pemberontakan di Yala,'' kata Letjen Adul Saengsingkaew. Polisi juga menemukan 50 kilogram mariyuana, beberapa pucuk pistol, senapan, dan 30 kilogram pupuk urea di rumah ketiga tersangka. Kaum militan sering menggunakan pupuk urea untuk merakit bom. Aksi penembakan dan pengeboman telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari di Thailand selatan.(rtr-ben-25) |