| Senin, 19 Juni 2006 | INTERNASIONAL |
Ribuan Demonstran Desak Mundur Presiden TaiwanCHANGHUA - Ribuan warga Taiwan berunjuk rasa mendesak Presiden Chen Shui-bian mundur Minggu kemarin. Unjuk rasa di Kota Changhua itu terjadi sehari setelah ribuan orang berpawai mendukung Chen. Chen didesak mundur lantaran keluarga dan beberapa pembantu dekatnya terlibat skandal. Tingkat popularitas Chen merosot sampai ke poin terendah sejak kasus itu. Di lain pihak, kubu oposisi terus menekan Chen. Sambil membentangkan spanduk, poster, dan bendera Taiwan, massa demonstran kemarin meneriakkan slogan-slogan anti-Chen di pusat kota yang terletak sekitar 150 kilometer sebelah selatan Taipei itu. Para anggota partai oposisi utama Nasionalis (Kuomintang) menekan Chen setelah istrinya Wu Shu-chen dan menantunya Chao Chien-ming diketahui terlibat skandal bisnis. Wu dituduh menerima suap berupa voucher belanja bernilai jutaan dolar. Chao ditahan sejak akhir Mei lalu lantaran dia dicurigai terlibat perdagangan saham secara ilegal. Tetapi kedua orang tersebut sama-sama membantah tuduhan itu. Jaksa pekan lalu menolak permohonan pengacara agar Chao dibebaskan dengan membayar jaminan. Chao dan Wu membantah telah melanggar hukum. Pembelaan Kuomintang berpendapat, Chen tidak tepat lagi memimpin negara. Partai itu dan sekutu mereka di parlemen mengajukan mosi tak dipercaya pekan lalu. Untuk meloloskan mosi itu, oposisi harus memperoleh dukungan dua pertiga anggota parlemen Taiwan yang kini berjumlah 221 orang.Apabila mosi itu disahkan parlemen, Chen punya dua pilihan: mundur atau mengadakan referendum. Menurut undang-undang Taiwan, Chen harus menjawab mosi itu Selasa besok. Kendati mosi tersebut kecil kemungkinan lolos di parlemen, langkah kubu oposisi itu makin memperuncing krisis politik yang dipicu oleh skandal keluarga Chen dan ajudan-ajudannya. Meskipun oposisi memegang mayoritas tipis di parlemen, jumlah anggota dari oposisi masih kurang dari dua pertiga yang disyaratkan untuk bisa meloloskan mosi itu. Oposisi berharap, proses recall itu bakal memperuncing sentimen anti-Chen di kalangan publik. Mereka juga berharap bisa menggandeng beberapa anggota Partai Progresif Demokratik pimpinan Chen untuk membelot. Dipolitisasi ''Kami berharap, anggota partai berkuasa dapat memunculkan kebenaran dan menegakkan keadilan serta membela kepentingan rakyat,'' kata Tina Pan, anggota parlemen dari kubu Nasionalis. Chen punya waktu tujuh hari untuk memberikan tanggapan tertulis atas mosi itu. Kantor Chen menyatakan, dia belum memutuskan apakah akan memberikan pembelaan secara tertulis atau tidak. Pengamat politik Taiwan mengatakan, Chen tampaknya tidak akan mengundurkan diri. Chen beranggapan, upaya oposisi itu lebih didorong oleh ketidakpuasan karena kalah dalam pemilu 2000 dan 2004. Anggota partai Chen mengatakan, sidang khusus parlemen seharusnya tidak perlu dipolitisasi dan mesti lebih memusatkan agenda pada tindakan bantuan dana musibah banjir. Oposisi bersikeras, seruan mosi itu harus dibahas terlebih dulu. ''Mereka jelas menggunakan cara-cara politik untuk mencampuri masalah peradilan. Mereka menggunakan cara-cara politik untuk menjatuhkan Republik China (nama resmi Taiwan),'' kata Chen Ching-chun, seorang anggota parlemen.(rtr-ben-25) |