logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 EKONOMI
Line

Tarif Listrik di Jateng dan DIY Termahal

SEMARANG-Tarif listrik yang ditetapkan PT PLN Distribusi Jateng dan DIY ternyata lebih mahal jika dibandingkan dengan tarif di Jatim dan Jabar. Untuk tarif R 450 VA, bagi pelanggan baru dikenakan tarif Rp 650/kWh, sedangkan tarif lama hanya Rp 495/kWh. Demikian juga R 900 VA, tarif pemasang baru Rp 720/kWh, sedangkan tarif lama Rp 495/kWh.

''Kebijakan ini hanya berlaku di Jateng dan DIY, sedangkan di provinsi lain tidak ada kebijakan seperti itu. Kondisi ini sudah berjalan selama tiga bulan,'' kata Ketua National Energy Watch (NEW) Semarang, Nico A. BS, Minggu (17/6).

Dia juga menyoroti paket Mandiri yang merupakan program mengatasi daftar tunggu calon pelanggan R 450 VA dan R 900 VA. Sebab kenyataan di lapangan, Surat Edaran General Manager PT PLN Jateng dan DIY Nomer 006.E/GM-DJTY/2005 yang ditetapkan 05 Desember 2005 meleset dari Surat Edaran Direksi PT PLN (Persero) No 0008.E/DIR/2005 tanggal 2 Mei 2005 tentang Layanan PB/PD 450 VA.

Tim Advokasi Sapma (Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa) Pemuda Pancasila (PP) Jateng Ariana TS mengatakan, telah terjadi perbedaan antara surat edaran PT PLN (Persero) No. 0008.E/DIR/2005 dan No. 0009.E/DIR/2005 dengan petunjuk dan pelaksanaan atas kedua surat itu dari PT PLN Distribusi Jateng dan DIY.

Sedikitnya, ada lima perbedaan, seperti soal biaya penyambungan (BP) dapat diangsur maksimal 12 kali angsuran bulanan.

Tetapi dalam petunjuk dan pelaksanaan biaya itu harus dibayar lunas. Untuk biaya penyambungan R 450 VA Rp 135.000 dan R 900 VA Rp 270.000.

Tidak ada pemakaian kWh minimal maupun tagihan rupiah minimal per bulan, tetapi dalam petunjuk dan pelaksanaan tetap ada. Untuk R 450 VA minimal 10 kWh perbulan dan R 900 VA minimal 20 kWh perbulan.

Gratis

Selain itu, tarif listrik Rp 650/kWh (R 450 VA) dan Rp 720 (R 900 VA) sudah termasuk penambahan JTR, JTM, SKTM atau gardu/trafo secara gratis. Namun dalam pelaksanaannya hanya ditujukan bagi calon pelanggan/pelanggan yang tidak memerlukan penambahan JTR, JTM, SKTM, atau gardu/trafo. Sedangkan untuk pemeriksaan instalasi rumah secara gratis setelah tiga tahun dipasang, hanya saja dalam pelaksanaan tidak pernah dilakukan.

''Untuk R 900 VA, instalasi rumah terdiri atas 6 titik lampu, dan 2 titik stop kontak, termasuk box/panel sekring, arde, kabel saluran masuk dan pengujian instalasi. Tetapi kenyataannya hanya tiga titik lampu dan satu stop kontak, bagian lainnya sama,'' katanya.

Dia mempertanyakan mahalnya harga paket Mandiri, R 450 VA Rp 1.069.500 dan R 900 VA Rp 1.185.000.

Deputi Manajer Komunikasi PT PLN Distribusi Jateng dan DIY Suwondo Kusumo ketika dikonfirmasi mengatakan paket Mandiri merupakan program alternatif bagi konsumen.

Kebijakan itu sudah mendapat izin dari direksi. ''Bahkan program itu akan dijadikan proyek percontohan PLN di Indonesia,'' kata Suwondo ketika dihubungi melalui telepon, kemarin.

Dia menjelaskan, meskipun tarif menjadi Rp 650 kWh (R 450 VA) dan Rp 720 (R 900 VA), konsumen justru diuntungkan, karena mereka tidak dikenakan biaya beban. Selain itu, sebelum dilakukan penyambungan antara pelanggan dan PLN dibuat perjanjian. Kalau memang konsumen keberatan, bisa dibatalkan.

''Paket mandiri kini justru diminati masyarakat, terbukti sekarang tercatat 30 ribu pelanggan baru memakai paket itu,'' ujarnya. (D14-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA