logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 BUDAYA
Line

Juno dan Sieben Menonjol di Bikerave

SEMARANG-Penampilan grup musik lokal Juno dan Sieben memuaskan para bikers, sebutan bagi pecinta motor, yang memadati halaman Balai Kota, Sabtu (17/6) malam.

Paling tidak 30 klub motor dari Semarang dan sekitarnya berkumpul dalam acara U Mild Bikerave Party 2006. Klub TCS, Senator, Impas, Mio Klub, dan Oram turut serta meramaikan acara yang boleh dibilang unik itu.

Unik lantaran para motor mania saling berekspresi dalam berbagai lomba seperti modifikasi, bazar otomotif, game otomotif, dan dancer.

Sembari berekspresi, mereka dihibur oleh beberapa grup band lokal yang secara maraton digeber mulai pukul 12.00 hingga 22.00. Diawali penampilan grup Lentera di siang hari dengan menampilkan lagu-lagu cadas kemudian dilanjutkan dengan penampilan Anti Detil, Tulipps, Sembilan, 2nd Miles, Imbarsa, Aprodite, Neon Band, dan Mitra Squad.

Juno, grup yang baru terbentuk sebulan lalu, ternyata mampu memberikan apresiasi tersendiri bagi penonton mulai pukul 20.00. Dengan mengusung pop adult contemporer, mereka siap bersaing di ajang kompetisi Dream Band 2006 mewakili Semarang di salah satu televisi swasta.

Sentuhan Khusus

Grup yang digawangi Aldi (kibor), Galih (gitar), Aconk (bas), Fanny (drum), dan Inyot (vokal) ini memberikan nuansa tersendiri dalam bermusik. Sentuhan kibor yang menonjol tanpa mengurangi hentakan beat rock, menjadikan musik ini lain dari grup-grup yang tampil sebelumnya.

Maklum saja, selama mempersiapkan pentas Dream Band di Jakarta, mereka mendapat sentuhan khusus dari kibordis andal Adi Adrian KLa Project dan Andy Bayou.

Lagu-lagu seperti "Jika" milik Melly Goeslaw, "Jemu" (Koes Plus), "Janji" (Gigi), "Kehidupan" (God Bless), dan "Satu Hati" (Dewa) mereka bawakan dengan apik.

Sementara Sieben yang tampil setelah Juno, juga menyuguhkan nuansa lain. Mereka tampil sedikit kalem dengan lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri.

Grup band asal Semarang ini beranggotakan Windoe (vokal), Konde (gitar), Top (bas), Nata (kibor), dan Polenk (drum).

Lima cowok itu sepakat menyebut aliran musik mereka pop rock namun unsur jazz juga masuk. "Mungkin yang membedakan mereka dari band-band lain adalah ada unsur jazz di dalamnya," kata Windoe.

Lagu-lagunya pun tampaknya sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Buktinya, begitu mereka melantunkan lagu seperti "Sorry Friends", "Ku Hanyalah", "Cerita Cinta", Detik-detik Tanpamu" dan "Lolita", beberapa penonton sontak menirukan syairnya tanpa dikomando. (Moch Kundori-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA