logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 BANYUMAS
Line

Kunjungan Wisatawan ke Baturraden Diprediksi Naik

GEMPA bumi di Yogyakarta dan Jateng serta peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang ikut menghancurkan sejumlah objek wisata di daerah tersebut, dinilai akan berdampak positif terhadap minat kunjungan wisatawan domestik dan asing ke kawasan wisata Baturraden. Kunjungan wisatawan ke objek wisata andalan Kabupaten Banyumas itu diprediksi akan naik, kendati bayang-bayang keterpurukan ekonomi akibat kenaikan harga BBM masih terasa bagi sebagian masyarakat. Terlebih, kebutuhan berwisata adalah bagian dari kebutuhan tersier.

Pada musim liburan tahun ini, Baturraden akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat maupun anak-anak sekolah yang akan menikmati liburan sekolah mulai pekan depan. Selain objek wisata Candi Borobudur dan Prambanan, Baturraden sebelum bencana, menjadi daerah tujuan wisata kedua di Jateng. Namun gempa bisa berkata sebaliknya. Terlebih, wisata ke Kota Gudeg yang selama ini banyak dilirik anak-anak sekolah saat berlibur, untuk sementara terhenti.

Tanda-tanda kenaikan kunjungan wisatawan ke Baturraden, sejak kemarin juga sudah terlihat. Kujungan akan meningkat hingga akhir Juni dan Juli. Sebab dua bulan ini merupakan liburan panjang bagi anak-anak sekolah.

Liburan Sekolah

Tercatat, Minggu (18/6), pengunjung yang masuk ke kawasan wisata itu mencapai empat ribuan. Data ini diperoleh sampai pukul 15.00 dari pos penjagaan pintu utama masuk ke Baturraden, Gerbang Mandala Wisata. Sabtu dan Minggu, juga merupakan hari yang ramai bagi kedatangan wisatawan luar kota.

Berbagai persiapan menyambut musim liburan sekolah juga sudah dilakukan sejak beberapa pekan kemarin. Salah satu objek wisata andalan, yakni Lokawisata, terus dibenahi. Taman-taman diperbaiki. tembok-tembok di lingkungan wisata yang kusam dicat kembali, rumput liar dipangkas, serta PKL ditertibkan.

Sementara di lingkungan sekitar kawasan wisata seperti hotel, restoran, warung-warung suvenir, dan layanan jasa lain, juga melakukan hal serupa. Bahkan akses jalan utama jalur Baturraden dari arah Purwokerto (Unsoed-Red)), kini sudah ditingkatkan (aspal hotmix).

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan maupun Paguyuban Masyarakat Pariwisata Banyumas (PMPB) juga sudah menyiapkan berbagai acara tambahan di kawasan tersebut. Mulai tahun ini, kawasan wisata Baturraden dimantapkan tidak hanya sebagai kawasan wisata alam, tetapi juga wisata budaya. Namun, keberadaan gang sadar (GS) dan gemerlapnya berbagai hiburan malam di kawasan lereng Gunung Slamet bagian selatan itu terkadang sedikit memberi citra yang kurang mengenakan. Meskipun hal itu juga dibutuhkan bagi sebagian penikmat ''wisata kenikmatan''. (Agus Wahyudi-42m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA