| Senin, 19 Juni 2006 | BANYUMAS |
Musim Kemarau Bisa Muncul Angin KencangCILACAP - Meski musim kemarau tahun ini tidak separah tahun lalu, masyarakat harus tetap mewaspadai dampak yang bakal muncul, seperti berjangkitnya penyakit dan perubahan cuaca yang bersifat ekstrim. Dampak tersebut sudah mulai muncul sejak awal bulan ini. Semenjak memasuki musim kemarau, Stasiun Meteorologi Cilacap telah mengeluarkan peringatan khusus kepada kalangan petani dan nelayan. Peringatan dikeluarkan karena pada musim kemarau kali ini diprediksi terjadi angin kencang di wilayah perairan Samudera Indonesia. Angin kencang itu tidak hanya membahayakan nelayan yang sedang melaut, tetapi juga bisa merobohkan atau merusak tanaman. Untuk itu, para petani sebaiknya selalu meminta informasi perkembangan cuaca lewat Dinas Pertanian dan Peternakan (Dipertan) setempat. ''Masyarakat nelayan harus ekstrahati-hati. Sebab pada periode Juni sampai Juli, peluang terjadi angin kencang di perairan Cilacap cukup besar. Untuk itu, nelayan yang hendak melaut, sebelum berangkat sebaiknya menanyakan terlebih dulu kondisi cuaca di atas perairan Samudera Indonesia,'' imbau Kepala Stasiun Meteorologi Cilacap M Budi Anggono SH, kemarin. Dia mengungkapkan, wilayah Cilacap bagian utara yang meliputi sebagian wilayah Kecamatan Majenang, Wanareja, dan Dayeuhluhur, musim kemarau dimulai sejak awal hingga akhir Juni. Hal sama juga terjadi di Cilacap bagian tengah yang meliputi Kecamatan Majenang bagian selatan, Kawunganten, Sidareja, Gandrungmangu, Kedungreja, Cipari, Patimuan, Cimanggu, Karangpucung, dan Bantarsari. Musim kemarau di Cilacap selatan yang meliputi Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Jeruklegi, Kesugihan, Maos, Kroya, Binangun, Nusawungu, dan Adipala, berlangsung lebih awal. (ag-55m) |