| Senin, 19 Juni 2006 | BANYUMAS |
Pengumuman UN Dikirim lewat KurirBANJARNEGARA - Pengumuman ujian nasional (UN) tahun ini untuk tingkat SMA/MA/SMK, berdasar sejumlah pertimbangan, akan dikirimkan melalui kurir langsung ke alamat siswa. Hari ini, direncanakan akan diumumkan hasil UN SMA/MA/SMK. ''Pengiriman pengumuman dengan kurir ini hanya bagi siswa yang tidak lulus UN. Sementara bagi yang lulus, pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk mengambilnya di sekolah masing-masing,'' tutur Kabid Sekolah Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjarnegara Noor Tamami, kemarin. Dia mengemukakan, alasan penggunaan kurir itu untuk meminimalkan hal-hal yang tak diinginkan. Surat akan dikirim pagi hari sebelum pengumuman di sekolah ke rumah siswa oleh guru atau staf tata usaha (TU) yang ditugasi sebagai kurir. Meski demikian, menurut dia, ada pula sejumlah sekolah yang tetap mengundang semua orang tua siswa, baik yang lulus maupun tidak. ''Pengumuman tetap diambil orang tua siswa, bukan siswa. Walaupun ada yang tetap mengundang siswa, itu untuk keperluan lain,'' jelasnya. Disdik juga telah mengirimkan surat ke Polres Banjarnegara supaya turut membantu memantau sejumlah sekolah. Konvoi atau euforia berlebihan saat pengumuman besok, juga diharapkan bisa diminimalkan supaya ketertiban tetap terjaga. ''Kami juga telah mengimbau kepada sekolah untuk mengingatkan siswa agar mereka bertoleransi. Sebab di saat sebagian lain bersuka cita karena lulus ujian, bisa jadi ada yang bersedih karena tak lulus,'' tandasnya. Optimistis Jumlah peserta UN tahun ini dari SMA sebanyak 2076 siswa, Madrasah Aliyah (MA) 530, dan SMK 1.877 siswa. Adapun untuk jenjang SMP 8.510 siswa, SMP terbuka 569 siswa, dan MTs 1.710 siswa. ''Melihat persiapan dan berdasar pantauan UN di sejumlah sekolah, kami optimistis siswa yang lulus bisa mencapai 85%,'' ungkap dia. Seperti diberitakan, dalam mempersiapkan UN, sejumlah sekolah menerapkan kebijakan karantina bagi para siswa. Selama UN, mereka tinggal di sekolah layaknya asrama. Belajar dan berdoa bersama agar UN yang mereka jalani bisa dilalui dengan baik. Sementara sekolah yang tak menerapkan kebijakan karantina, cukup menggenjot kemampuan siswa dengan memperbanyak latihan soal. Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan seperti yang diungkapkan Kepala Disdik Kabupaten Banjarnegara Syamsudin beberapa waktu lalu, yakni ada siswa yang tak ikut UN. Ini banyak dijumpai pada jenjang SMP terbuka di hampir semua tempat kegiatan belajar siswa. Peserta yang tidak ikut UN dari SMP terbuka bisa mencapai 9 orang per sekolah. (H25-55m) |