logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Juni 2006 BANYUMAS
Line

Peresmian Pusat Jajan Kya-kya Mayong Molor

PURBALINGGA - Meski sudah ditunggu-tunggu banyak orang, peresmian pusat jajan malam Kya-kya Mayong (KKM) belum ada kepastian. Peresmian tempat wisata boga di Gang Mayong tak jauh dari alun-alun itu semula akan dilakukan 3 Juni lalu, saat Gubernur Mardiyanto mengunjungi Purbalingga.

Gunarto, Kepala Disperindagkop yang merupakan leading sector KKM juga belum bisa memastikan waktu peresmiannya. ''Pihak sponsor, pabrik rokok Sampoerna, ingin peresmian bertepatan dengan Hari Koperasi 12 Juli. Namun Bupati menginginkan 1 Juli. Akhirnya sponsor berjanji akan menyelesaikan sisa pekerjaan 21 Juni,'' tutur dia.

Hingga kemarin, paling tidak masih ada dua-tiga tiang lampu yang belum dipasang Sampoerna. Sponsor mengaku butuh waktu untuk membuat tiang tersebut. Sebab, mereka harus memesan ke Bandung. Pemasangan lampu penerang, pengadaan meja-kursi dan penutup tenda PKL juga belum kelar.

''Sampoerna menolak menanggung biaya pemasangan seluruh lampu 33.000 watt senilai Rp 70 juta itu. Pemkab juga merasa berat jika biaya dibebankan ke APBD. Sponsor hanya mau menanggung lampu yang khusus menyorot logo produknya sendiri. Mungkin Pemkab akan menanggung biayanya melalui perubahan anggaran,'' jelas Gunarto.

Pihak Sampoerna menjelaskan, biaya yang mereka keluarkan untuk investasi di KKM ini sudah cukup besar yaitu Rp 380 juta. Mereka juga menganggarkan Rp 40 juta untuk penyelenggara hiburan pada saat peresmian. Sponsor khawatir, anggaran akan mengurangi biaya promosi di kabupaten/kota lain.

Selain biaya pemasangan listrik awal, Sampoerna juga tidak mau menanggung biaya pengadaan meja-kursi PKL. Karena itu, Gunarto akan mencari sponsor lain yang berminat. Sementara biaya listrik bulanan, untuk sementara akan ditanggung Pemkab dan Sampoerna. Jika tidak terlalu tinggi, selanjutnya akan dibebankan kepada para PKL.

''Sampoerna membayar listrik bulanan khusus untuk lampu yang menyorot logonya. Sementara kita lampu selain itu jika rekening bulanannya ringan, akan dibebankan kepada PKL sehingga ada kemandirian. Saya yakin kalau KKM sukses, omzet pedagang akan naik,'' ujarnya.

Gunarto menambahkan, pihak sponsor akan mengupayakan setiap malam Minggu ada hiburan di KKM. Mengenai bentuk dan modelnya, sedang dipikirkan. Bentuknya bisa hiburan musik atau yang lain. Musik juga bisa disiapkan di panggung kecil atau pemusik yang berkeliling namun sudah dibayari sponsor. Yang penting, ada daya tarik bagi para pengunjung. (F10-42m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA