SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 15 Juni 2006

- Citra negatif lembaga legislatif terasa berat untuk dihilangkan. Bukan hanya DPR Pusat melainkan juga DPRD provinsi serta DPRD kota/kabupaten. Entah karena sebuah dosa kolektif, atau dosa bawaan, atau dosa apa lagi sehingga masyarakat kurang begitu memercayainya. Setiap langkah yang diambil lembaga itu di hampir semua bidang, tidak serta-merta bisa meyakinkan masyarakat.

-- Sudah delapan tahun reformasi berjalan, proses hukum atas kasus dugaan KKN mantan presiden Soeharto belum juga mengalami kemajuan. Padahal itu adalah amanat reformasi yang telah dikuatkan lewat Ketetapan MPR. Kalaupun dikatakan kasus tersebut mempunyai dua dimensi, yakni dimensi politik dan hukum,

GELOMBANG bencana yang tidak kunjung usai menghantam bangsa ini telah menyisakan sejumlah kekhawatiran terhadap eksistensi bangsa. Bencana tidak hanya menorehkan duka dan nestapa akibat hilang dan dan rusaknya harta, benda dan nyawa,

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup di Jawa Tengah tahun ini bertema "Cegah Bencana Lingkungan dengan Gerakan Penanaman Pohon". Tema ini nampak sederhana, namun sesungguhnya merupakan substansi dari keseluruhan persoalan yang ada di bidang lingkungan hidup.

PERGURUAN tinggi sekarang mempunyai jualan baru. Dengan iming- iming kurikulum internasional mereka berusaha menarik minat mahasiswa baru. Bagaimana penerapannya?

DI masa depan kemampuan melakukan inovasi produk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tampaknya akan jadi penentu siapa yang bakal bertengger sebagai pemimpin pasar.

RUU Antipornografi dan Pornoaksi (APP) masih terus menjadi pro-kontra. Pihak yang pro mendesak pemerintah segera mengesahkan karena dampak dari pornografi telah terasa sehingga harus segera diatur.

SEBELUM memperdebatkan materi RUU APP terlebih dahulu kita harus menentukan sikap terhadap pornografi dan pornoaksi itu sendiri. Secara substansi hampir semua kalangan baik yang pro dan kontra setuju bahwa porno itu sesuatu yang tidak baik.

BANYAK orang yang berpikir mengenai penyebab, dan menolak membayangkan akibat. Dalam hal kontroversi RUU APP sebagian pihak lebih mengedepankan latar belakang penyusunan RUU namun tidak berpikir mengenai konsekuensi yang akan ditimbulkan.

Menyikapi perkembangan Pendidikan Nasional akhir-akhir ini ada suatu yang tidak sreg/pas dengan apa yang telah ditetapkan sejak dulu. Lebih khusus pada penetapan standar minimal UN yang hanya mengacu pada aspek kognitif, seolah mengabaikan aspek afektif dan pskomotor-nya.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA