logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Juni 2006 SALA
Line

650 Ha Sawah Terancam Kekeringan

  • Pintu Waduk Macet

WONOGIRI - Sebanyak 650 hektare sawah yang dioncori Waduk Parangjoho di Kabupaten Wonogiri terancam kering. Pasalnya, pintu intake (pengambilan) air irigasi Waduk Parangjoho macet. Kemacetan pintu air tersebut diduga akibat dari goncangan gempa 27 Mei lalu.

Waduk yang terletak di Desa Ngunggahan, Kecamatan Eromoko itu berfungsi memberikan oncoran sawah seluas 650 hektare di dua kecamatan yakni Eromoko dan Wuryantoro.

Terkait dengan adanya kemacetan pintu air waduk yang diresmikan tahun 1980 itu, para petani pengguna irigasi setempat waswas. Bila itu tidak segera diperbaiki, mereka khawatir lahan padi yang tidak teraliri air irigasi bakal gagal panen.

Menurut sejumlah petani, air Waduk Parangjoho saat ini sangat diperlukan untuk menyelamatkan areal tanaman padi yang sudah berumur sekitar sebulan. "Sebab belakangan ini sudah tidak lagi ada hujan. Karenanya, petani di sini sangat memerlukan air dari Waduk Parangjoho," kata tokoh petani di daerah irigasi (DI) Parangjoho, Nyoto.

Kemacetan pintu Waduk Parangjoho diketahui selang beberapa hari setelah ada gempa dan petugas waduk setempat kesulitan membuka pintu intake. Bahkan ketika dipaksa, kait pengangkat pintunya putus dan posisi daun pintu tertinggal di bawah serta air waduk tidak dapat dilepas untuk mengoncori persawahan.

Pergeseran

Camat Eromoko Drs Pudji Rahardjo MHum mengungkapkan, guncangan gempa dahsyat itu menyebabkan pergeseran di pintu Waduk Parangjoho.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri Ir Sudaryanto MM mengatakan, dirinya telah menugasi Kasubdin Pengairan H Gatot Haryadi ST untuk memimpin tim teknis melakukan penelitian ke Parangjoho. "Betul, memang pintu itu menjadi lepas dari bingkai pengangkatnya, sehingga menjadikan air waduk sulit dialirkan karena pintunya tidak dapat dibuka," ujar Gatot.

Kasus kemacetan pintu di Waduk Parangjoho juga telah dilaporkan ke Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA), sebagai institusi yang berwenang melakukan pengelolaan Waduk Parangjoho. Namun petani menjadi resah ketika instansi itu tidak segera menyikapinya.

Karena itu, kalangan petani mendesak Bupati agar cepat menyikapi kerusakan pintu Waduk Parangjoho. (P27d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA