| Kamis, 15 Juni 2006 | SALA |
"Sebaiknya Diurungkan Saja..."SLAMET Widodo (51), pedagang onderdil sepeda motor bekas di Pasar Triwindu meminta Pemkot mengurungkan rencana renovasi total Pasar Triwindu. Alasannya, kondisi perekonomian masih terpuruk yang berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang. Dia khawatir tidak mampu menebus harga kios baru nantinya. "Sekarang baru susah mencari uang. Bayangkan, saat ini mencari Rp 50.000 /hari saja bukan main sulitnya. Belum lagi pedagang mengeluarkan uang untuk makan dan minum. Bagaimana kalau nanti pedagang tak mampu menebus kios yang baru. Jadi sebaiknya diurungkan saja dahulu," kata Slamet. Hal senanda juga diungkapkan Anto (35), pedagang lampu antik, timbangan, dan barang bekas lainnya itu juga menolak ada renovasi total. "Pendapatan setiap hari para pedagang tidak pasti. Kalau pasar dibangun dan pedagang harus membayar kios baru, dari mana kami memperoleh uang," tutur Anto. Sirkulasi Udara Lebih jauh Slamet Widodo yang mengaku warga Tlobong, Delanggu, Klaten tersebut mengusulkan agar dilaksanakan renovasi sebagian. Terutama ketinggian atap pasar diminta ditambah agar sirkulasi udara lancar. Dia mengaku, atap kios terlalu rendah sehingga suasana gerah. Bahkan, di musim kemarau seperti sekarang, lebih senang hanya memakai kaus agar lebih nyaman. Lelaki yang mewarisi usaha ayahnya itu juga mengusulkan perbaikan gorong-gorong. Sementara Anto yang mengaku kelahiran Ampel, Boyolali juga khawatir tidak bisa lagi menempati kios di lokasi yang sama jika pasar dibangun. "Saya sudah punya langganan tetap. Kalau kios berubah, membingungkan pelanggan. Lagi pula, jangan-jangan ukuran kios lebih kecil sehingga menyulitkan pedagang. (Joko Murdowo-50d) |