| Kamis, 15 Juni 2006 | SALA |
Pembangunan Pasar Triwindu Ditolak DPRDSOLO - Rencana Pemkot Surakarta merenovasi total Pasar Triwindu mendapat tentangan keras kalangan DPRD. Mereka berkilah, pembangunan pasar antik menjadi tiga lantai akan merusak ciri khas dan menghilangkan roh pasar tersebut. "Pembangunan tak boleh merusak ciri khas Pasar Triwindu sebagai pusat perdagangan barang antik. Yang dibutuhkan saat ini adalah penataan pasar agar lebih menarik bagi wisatawan," ujar anggota FPD, Supriyanto. Caranya, imbuh anggota Komisi III tersebut, mempertahankan ciri khas dengan sentuhan budaya Solo. Misalnya dengan membangun gapura khusus. "Kalau dari sisi anggaran, memang untuk tahun 2006 belum dianggarkan. Kami belum tahu apakah akan diusulkan melalui RAPBD 2007. Namun kalau usulannya membangun menjadi tiga lantai, kami akan menolak keras." Senada, anggota FPG Bekti Karebet mengatakan, Pasar Triwindu sudah menjadi salah satu ciri khas Kota Solo. Para wisatawan yang berkunjung dipastikan menyempatkan diri berkunjung untuk membeli barang antik itu. Bahkan, bagi wisatawan, menyusuri lorong pasar menjadi keasyikan tersendiri. Kalau pasar dibangun menjadi tiga lantai akan merusak kenyamanan yang telah terbangun. "Kalau dibangun menjadi tiga lantai, jelas akan merusak suasana pasar. Apalagi kalau kemudian dibangun petak-petak kios bertembok kaku." Dia mengingatkan Pemkot agar berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran investor. Yang pertama mengusulkan adalah investor. Hal Ini harus disikapi secara hati-hati, karena tujuan utama investor adalah mendapatkan proyek. "Mereka hanya memikirkan keuntungan materi tanpa memikirkan keinginan pedagang. Kecil kemungkinannya, investor mau memikirkan upaya pelestarian budaya." Mudah Tergiur Secara terpisah, anggota FPAN Zaenal Arifin mengingatkan semua pihak agar tidak mudah tergiur membangun Pasar Triwindu. Dijelaskan, pasar tidak membutuhkan renovasi total untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan para pembeli. Yang dibutuhkan adalah renovasi sebagian seperti penataan kios dan meninggikan atap bangunan. "Saya yakin, dengan cara meninggikan atap sudah mencukupi." Di sisi lain, dia meminta setiap rencana pembangunan selalu melibatkan pedagang secara aktif. "Rencana tersebut harus disosialisasikan kepada seluruh pedagang. Dengarkan dahulu apa yang mereka inginkan. Jangan langsung mengambil keputusan merenovasi total seluruh bangunan, yang belum tentu sesuai keinginan pedagang," tegasnya. Seperti diberitakan, Pemkot Surakarta berencana mengembangkan Pasar Triwindu menjadi tiga lantai. Rencana ini diharapkan mampu mengangkat kembali pamor pasar yang menjual cendera mata dan barang-barang antik Solo itu, di tengah maraknya pusat-pusat perbelanjaan modern di Solo. (G10-50d) |