| Kamis, 15 Juni 2006 | PANTURA |
Ratusan Bangunan di Pinggir Rel DitertibkanPEMALANG - Ratusan bangunan di pinggir rel kereta api (KA) Kelurahan Pelutan dan Mulyoharjo ditertibkan pengelola Stasiun Pemalang. Pasalnya, kepemilikan dan ikatan kontrak ratusan bangunan itu tidak jelas. Kepala Stasiun Pemalang Ahmad Zahid mengemukakan, dasar penertiban adalah SK Direksi PT Kereta Api (Persero) Nomor KEP.U/LL.006/XI/3/KA.2003 tentang Penetapan Kewenangan Pengelolaan dan Pengusahaan Aktivitas Bisnis dan Fasilitas yang Berkaitan dengan Siklus Pelayanan Penumpang dan Barang di Lingkungan Stasiun di Daerah Operasi di Lingkungan PT KA. Bangunan yang didata dan ditertibkan itu terutama yang berada di sebelah barat dan timur stasiun. Hasil pendataan menyebutkan, terdapat ratusan bangunan yang tidak jelas kepemilikannya. ''Kami kesulitan melacak pemilik bangunan yang kali pertama mengikat kontrak. Sebab sudah berpindah tangan beberapa kali,'' jelas Ahmad, kemarin. Untuk bangunan yang bisa dilacak pemiliknya, mencapai 250 buah. Bangunan tersebut selama ini digunakan untuk warung makan, bengkel, depot material, salon, dan lainnya. Dulu perjanjian kontrak dilakukan oleh oknum karyawan sehingga administrasinya tidak jelas. Akibatnya, saat akan ditertibkan, muncul kesulitan baru. Sudah Membayar Menurut Ahmad, ketika ditanya, para penghuni bangunan mengaku sudah membayar uang kontrak setiap tahun. Akan tetapi, itu tidak terdapat dalam pembukuan stasiun. Pihaknya pun kesulitan bila hendak menindak karena penghuni sudah merasa membayar. Lebih lanjut dia mengungkapkan, SK Direksi PT KA itu antara lain mengatur beberapa hal mengenai pemanfaatan wilayah yang membujur di kanan kiri kanan stasiun untuk kegiatan bisnis. Selain itu, juga mengatur aktivitas bisnis dan fasilitas yang berhubungan dengan pelayanan penumpang dan barang di lingkungan stasiun. Sesuai dengan SK, kegiatan bisnis tidak boleh mengganggu aktivitas operasional kereta api. Pihak yang berminat harus mengajukan permohonan kerja sama kepada Kepala Daerah Operasi dengan tembusan Kepala Seksi Operasi/Pemasaran. Selain menertibkan pemanfaatan wilayah, pihaknya juga menata bangunan stasiun, termasuk membangun ruang tunggu penumpang kereta eksekutif. Hal itu dibutuhkan karena Stasiun Pemalang kini menerima penumpang kereta eksekutif Sembrani dan Harina, jurusan Surabaya dan Bandung. (sf-65m) |