| Kamis, 15 Juni 2006 | PANTURA |
Dikejar, Penganiaya Kakak AdisumarmoKAJEN - Jajaran kepolisian terus mengejar pelaku penganiayaan hingga tewas yang dialami Suryoto (72), kakak kandung Adisumarmo, pahlawan yang diabadikan menjadi nama Bandar Udara Solo. Kapolres Pekalongan AKBP Drs Hary Nartanto melalui Kapolsek AKP Wayan Suwandi mengatakan, pihaknya menerjunkan aparat khusus untuk mencari jejak penganiaya. ''Tempat yang dicurigai sering disinggahi pelaku akan kita datangi, termasuk beberapa tempat di luar Pekalongan,'' paparnya. Kapolsek berharap, masyarakat ikut membantu pengejaran tersebut dengan melaporkan kepada polisi jika ada informasi mengenai pelaku. Pelakunya diduga bernama Bambang dan dulu pernah tinggal di Desa Kayugeritan, Karanganyar. Datang ke Rumah Sementara itu, istri korban Mardiyatun SPd mengaku khawatir jika pelaku yang menganiaya suaminya hingga tewas itu belum ditangkap. Sebab, dia mengenali pelaku, sebelum penganiayaan terhadap suaminya terjadi. Beberapa kali, pelaku datang ke rumahnya. Beberapa bulan sebelum penganiayaan, pelaku sempat tinggal di salah satu rumahnya di Desa Pododadi. ''Dia tinggal di rumah kami tanpa membayar uang sewa sepeser pun. Dia berjanji pindah jika rumah laku dijual,'' paparnya. Namun setelah laku dijual, Bambang sempat bersikeras tak mau pindah. Setelah diberi uang, dia baru mau pindah ke tempat lain. Beberapa bulan kemudian, dia datang lagi ke rumah dan minta uang. ''Saat itu bapak pas tidak bawa uang sehingga dianiaya sampai tewas,'' tuturnya. Seperti diberitakan kemarin (SM, 14/6), masyarakat Desa Pododadi dikagetkan dengan kematian Suryoto bin Wiryo Kusumo (72), kakak kandung Adisumarmo. Dia diduga dianiaya tetangganya hingga tewas. Jenazahnya (13/6) dikebumikan di Desa Pododadi, Karanganyar, Pekalongan.Sebelum meninggal, korban sempat dirawat dua bulan di RSUD Kraton dan RS Muwardi Solo. (G16-54m) |