logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Juni 2006 OLAHRAGA
Line

Selamatkan Tim Samba, Kaka Terbaik

BERLIN- Favorit juara Brasil harus berjuang keras menghadapi perlawanan Kroasia pada pertandingan penyisihan Grup F di , Berlin, kemarin.

Tim asuhan Carlos Alberto Parreira yang turun dengan formasi terbaiknya hanya mampu menang tipis 1-0 lewat gol gelandang Kaka menit ke-44.

Meski mendominasi pe-nguasaan bola, Tim Samba terlihat kesulitan membongkar pertahanan lawan yang digalang trio Dario Simic, Robert Kovac, dan Josip Simunic. Upaya mereka menembus lini belakang selalu gagal.

Beruntung, Kaka berhasil memecah kebuntuan satu menit menjelang turun minum lewat tendangan kaki kiri akurat dari jarak 25 meter. Berkat aksinya itu, pemain yang dikontrak AC Milan ini terpilih sebagai man of the match.

Pasukan Zlatko Kranjcar balik menekan Cafu cs di babak kedua. Namun, nasib baik masih memayungi juara dunia lima kali ini ketika sekurang-kurangnya tiga peluang emas gagal dimanfaatkan Niko Kovac dkk.

Kemenangan Brasil itu menjadi rekor baru, karena mereka mencatat kemenangan beruntun terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Mereka menjadi satu-satunya tim yang berhasil memenangi delapan pertandingan berturut-turut di putaran final.

Tujuh hasil sempurna sebelumnya dibukukan pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan -Jepang. Saat itu, Brasil menjadi juara dengan memenangi seluruh laga dari penyisihan hingga partai final.

Sukar Ditembus

Seusai pertandingan, Parreira mengakui pertahanan Kroasia sukar ditembus anak-anak asuhannya. Menurutnya, kegagalan timnya membuat lebih dari satu gol disebabkan lini belakang Kroasia sangat disiplin dan konsisten.

"Lawan yang kami hadapi bermain sangat baik. Saya pikir pertandingan ini seimbang, tetapi kami memang sulit mengatur ritme permainan," jelasnya.

Pelatih Selecao itu juga membela striker andalannya, Ronaldo yang tampil cukup buruk. Buruknya kinerja Pemain Terbaik Dunia 1996, 1997, dan 2002 itu menyebabkan Parreira menggantikannya dengan Robinho pada awal babak kedua. Melawan Kroasia adalah penampilan internasional Ronaldo yang ke-100 di tim nasional.

"Ronaldo lama tak main, jadi wajar kalau dia masih terlihat berat untuk tampil maksimal. Saya yakin dia akan membaik seiring berjalannya turnamen," katanya. Parreira juga menjamin Il Phenomenon akan tetap menjadi starter pada laga kedua Brasil menghadapi Australia.

Meski timnya kalah, arsitek Kroasia Kranjcar mengaku puas dengan penampilan anak-anak didiknya. Menurutnya, mereka melakukan start yang bagus untuk mencapai hasil lebih baik pada laga selanjutnya.

"Kami cuma tak beruntung dengan kegagalan meraih poin ini. Tetapi, kami tahu apa yang harus dilakukan untuk lolos ke babak 16 besar," kata Kranjcar.

Pernyataannya itu diamini kapten tim Niko Kovac yang gagal melakoni laga hingga akhir karena cederanya kembali kambuh. Dia bertabrakan dengan Ze Roberto dan harus ditarik keluar sebelum babak pertama berakhir.

"Kami bisa memenangi dua laga berikutnya. Yang kami butuhkan sekarang adalah berkonsentrasi penuh," kata Kovac. (rtr,H29-22 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA