logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Juni 2006 OLAHRAGA
Line

Eriksson: Amankan Tiket!

FRANKFURT- Inggris tampil sangat tidak meyakinkan pada pertandingan pertama Grup B 10 Juni lalu, meski akhirnya menang 1-0 atas Paraguay. Favorit juara yang meragukan tersebut, hari ini, harus tampil lebih baik jika tidak ingin berada dalam kesulitan ketika bertempur melawan tim yang meledak-ledak dan penuh semangat,

Trinidad-Tobago.

David Beckham dkk tertolong oleh sebuah gol bunuh diri dari kapten tim Paraguay, Carlos Gammara. Sementara Trinidad yang turun hanya 10 pemain, membuat frustrasi Swedia dan berhasil memaksakan hasil imbang tanpa gol. Jelas motivasi kedua tim itu sangat berbeda. Trinidad dalam performa terbaiknya, Inggris dibayangi keraguan besar.

Pelatih Inggris, Sven-Goran Eriksson tampak mengalami kesulitan dengan komposisi lini depan yang dimilikinya saat ini. Absennya Wayne Rooney sangat jelas menimbulkan lubang menganga di sektor depan. Duet Michael Owen - Peter Crouch bukan saja mandul, tapi juga tidak padu.

Eriksson sampai harus mengubah skema permanennya, dari 4-4-2 ke 4-4-1-1 dengan menarik keluar Owen dan memasukkan Stewart Downing. Joe Cole yang biasa beroperasi sebagai sayap kiri terpaksa didorong sedikit ke depan untuk membantu aliran bola dari tengah ke depan. Posisi yang ditinggalkannya ditempati oleh pemain sayap Middlesbrough, Downing. Perubahan strategi ini, meski menyegarkan, terbukti tidak menolong.

Eriksson jelas mengejar kemenangan untuk menjamin tempat mereka di babak sistem gugur. Jika David Beckham dkk mengalahkan Trinidad, sementara Swedia versus Paraguay berakhir imbang, satu tiket ke 16 besar jelas aman dalam genggaman.

"Kami akan berangkat ke Stuttgart. Kami hanya harus memastikannya hari ini," tegas Eriksson. Stuttgart adalah tempat yang akan menjadi markas kedua mereka jika lolos ke 16 besar sebagai juara Grup B.

Tidak Meremehkan

Namun mereka tidak bisa memandang remeh Trinidad, yang menumpukan tekanannya pada penyerang penuh pengalaman, Dwight Yorke. Kapten tim Trinidad ini sudah kenyang dengan gaya bermain Inggris, karena dia lama berada di Manchester United.

Beckham adalah kawan lama Yorke sewaktu di United, membuat keduanya saling mengenal luar-dalam gaya permainannya.

Sorotan akan ditujukan kepada Beckham, Yorke, dan Gary Neville, yang semuanya bahu-membahu dalam malam kemenangan United sebagai juara Liga Champions di Barcelona melawan Bayern Munich tahun 1999.

"Kami memenangi Liga Premiership, Piala FA dab Piala Eropa. Dia (Yorke) berperan sangat, sangat besar dalam kemenangan tim tahun itu," ujar Beckham. "Dia adalah teman baik saya, ia selalu mengembangkan senyum di wajahnya."

Tendangan bebas Beckham yang keras, dan berbelok menjadi gol bunuh diri kapten Paraguay Carlos Gamarra, hanya satu dari sekian banyak ancaman yang akan dilontarkan Inggris untuk mengalahkan tim Soca Warriors pimpinan Yorke.

Striker jangkung Inggris, Peter Crouch, akan mendapatkan lawan bermain yang sebanding secara fisik untuk kali pertama dalam kariernya, saat ia harus berhadapan dengan bek Dennis Lawrence, yang juga memiliki tinggi badan dua meter.

Yorke dkk, yang sebagian besar merumput di klub-klub divisi dua dan tiga Liga Inggris, akan memperlihatkan satu tantangan fisik yang nyata.

Mereka juga kembali akan mempertunjukkan keandalan lain dari penjaga gawang Shaka Hislop, yang menjadi pahlawan timnya saat melawan Swedia.

Kiper West Ham United itu akan dipertemukan di lapangan dengan sedikitnya tiga dari mantan rekan setimnya di Upton Park -- Joe Cole, Frank Lampard, dan Rio Ferdinand.

Dwight Yorke harus melupakan persahabatannya dengan Rio Ferdinand serta teman-temannya yang lain dalam pertandingan itu.

"Saya telah berkomunikasi dengan Rio dan Gary Nevillle dalam beberapa minggu terakhir, dan sejak pertandingan kami menghadapi Swedia," kata Yorke. "Kami bergurau dan saling mengharapkan nasib baik, kami memang bersahabat." Tetapi Yorke kemudian menegaskan bahwa mereka harus melupakan persahabatan ketika bertanding untuk saling mengalahkan.

"Pertandingan nanti akan menjadi hari yang istimewa bagi saya dan juga teman-teman yang bermain di Inggris. Tapi kami harus meraih kemenangan dan tidak melakukan kesalahan," katanya.

Pemain berusia 35 tahun itu dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga kebugaran dengan latihan keras, terutama saat dia membela United selama empat tahun sejak direkrut pada 1998. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA