| Kamis, 15 Juni 2006 | NASIONAL |
Harapkan Teror Bom Tidak Terjadi LagiSOLO-Setelah melalui perjalanan darat dari Jakarta dan pemeriksaan kesehatan, semalam pukul 22.30 Abu Bakar Ba'asyir tiba kembali di pondok Al Mukmin Ngruki. Kepada wartawan ia menyampaikan berbagai pernyataan termasuk menanggapi komentar dari luar negeri. ''Tanggapan Amerika dan sekutunya yang tidak merespon positif kebebasan saya itu wajar karena sesuai dengan Alquran. Bahwa setiap orang-orang kafir akan mempunyai tiga cara untuk menghentikan Islam yaitu memenjarakan, membunuh dan mengusir,'' katanya. Ketika ditanya soal para pelaku bom, Ba'asyir tetap menilai mereka sebagai mujahid namun salah langkah. ''Kenapa harus dengan bom di wilayah yang aman. Mestinya cukup dengan dakwah saja,'' katanya . Teror Bom Ia juga berharap mudah-mudahan teror bom tidak terjadi lagi. Jika di Indonesia makin banyak bom, maka AS dan sekutunya akan semakin bertepuk tangan. Sebelumnya pukul 20.45 mobil yang membawa Ba'asyir memasuki halaman Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Begitu mobil Toyota Alphard hitam bernopol AD-9-NT terlihat, ratusan massa serta santri yang sejak sore hari menunggu di depan halaman, langsung menggeruduk. Ratusan simpatisan dan santri beberapa ponpes di Solo memang sengaja menunggu sejak sore hari di halaman dan di pinggir jalan di sepanjang RS PKU. Massa benar-benar tidak bisa dikendalikan, dan menutup jalan masuk ke ruangan IGD. Sekitar lima menit adegan desak-desakan diselingi takbir terjadi, Ba'asyir akhirnya bisa ditarik masuk ke ruangan pemeriksaan kesehatan. Dia ditangani dua dokter yang dahulu menangani penyakitnya, yaitu ahli penyakit dalam dokter Suradi SpPD dan ahli jantung dokter Fathoni SpJ. Selain itu keduanya dibantu tim dokter dan paramedis yang sejak pukul 19.00 sudah menunggu kedatangannya. Sekitar satu jam lebih, tepatnya pukul 22.00, pemeriksaan kesehatan selesai, ia langsung dibawa ke Ponpes Al Mukmin, Ngruki. Perdana Menteri Australia John Howard menyatakan kecewa dan marah dengan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir. Keluarga korban ledakan bom Bali juga mengecam pembebasan itu. Australia Kecewa Howard saat sidang parlemen Rabu kemarin mengatakan, dia mempunyai pesan bagi para politikus Indonesia. ''Saya atas nama pemerintah ingin menyampaikan, betapa kecewa, dan bahkan marahnya, jutaan warga Ausralia atas pembebasan Abu Bakar Ba'asyir,'' kata dia. Sebanyak 83 dari 202 korban bom Bali 2002 adalah warga Australia. Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer mengatakan, dia khawatir Ba'asyir akan mengobarkan aksi kekerasan lebih jauh lagi. Downer mengatakan, Australia dan Amerika Serikat ingin dia dikenai pembatasan bepergian serta aset-aset keuangannya dibekukan. Salah seorang korban bom Bali yang selamat, Peter Hughes, mengatakan dia betul-betul tidak percaya dengan berita pembebasan itu. ''Tiba-tiba saja dia sudah keluar dari penjara, perasaan kami remuk,'' kata dia kepada televisi BBC. Juru bicara kedutaan AS di Jakarta mengatakan, Amerika sangat kecewa dengan singkatnya masa penahanan ustad itu.(hsn,G11,an ,G13,rtr-gn-64) |