| Kamis, 15 Juni 2006 | NASIONAL |
Kasus Ibu Bunuh 3 Anak KandungPsikolog: Pelaku Menderita Schizophrenia BeratBANDUNG - Anik Koriah (31), pelaku pembunuhan terhadap tiga anaknya, kemungkinan mengalami schizophrenia, suatu kondisi depresi yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan halusinasi. Schizophrenia adalah suatu keadaan ketika seseorang tidak bisa membedakan antara kenyataan dan konsep dirinya. Dengan kata lain, dalam kondisi tersebut seseorang bisa mengalami gangguan halusinasi yang cukup parah. ''Jika dikaitkan dengan kasus Anik, kemungkinan dia mengalami schizophrenia berat. Dia melihat anak-anak sebagai tokoh yang mengancam," kata psikolog Tika Bisono, Rabu (14/6). Dalam ilmu psikologi, lanjutnya, secara garis besar depresi dibagi dalam beberapa tingkatan, yakni stres, erotik, hingga paling parah psikosis. ''Seseorang yang menderita psikosis, bisa mengalami schizophrenia,'' terangnya. Hingga kemarin Anik masih ditahan di Polres Bandung Timur. Kondisinya masih labil. "Dia masih sering menangis dan shock," kata pengacara Anik, Adardam Achyar. Tersangka telah diperiksa tim psikolog Polres. "Dia belum bisa mengingat kronologi dan detail peristiwa yang telah terjadi," ujarnya. Anik yang alumnus Jurusan Planologi ITB itu dikenai Pasal 338 dan 340 KUHP dengan hukuman seumur hidup. Kondisi kesehatan putri seorang dokter di Boyolali itu juga terus menurun karena jarang makan. Seperti diberitakan, ketiga anaknya -yakni Abdullah Faras (6), Nazhif Aulia Rahmatullah (4), dan Muhammad Umar Nasrullah (9 bulan)- meninggal pada Kamis (8/6) malam. Iman Abdullah, suami Anik yang lulusan Jurusan Fisika ITB, baru mengetahui kejadian itu esok harinya. Ketiga anak itu ditemukan dalam kondisi telah menjadi mayat dan berjajar rapi. Anik diduga sebagai pelaku pembunuhan. Adardam mengungkapkan, ketiga anak itu tampak riang gembira beberapa saat sebelum tewas. Si bungsu Umar pada hari itu mendadak sembuh dari sakitnya. Anak kedua, Nazhif, siang harinya sering menyanyi dan sempat tidur siang; sedangkan putra yang pertama, Faras sempat meminta diajari mengaji Alquran dan makan dengan lahap. Faktor Ekonomi Faras sekolah di TK Islam Zakaria, yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke atas. Di sekolah, Faras dikenal sebagai anak yang baik, ceria, periang, dan tergolong cerdas. Sementara itu Abu Syauqi, teman dekat Iman Abdullah yang juga masih ada hubungan saudara dengan keluarga Anik di Boyolali, mengungkapkan, kehidupan yang kurang makmur membuat Anik depresi. Kondisi itu memicunya untuk berbuat nekat. Abu Syauqi menuturkan, keluarga Iman-Anik tengah dililit masalah ekonomi yang cukup berat. "Beli makanan juga susah," kata Abu. Dikatakan, Iman ke kantor Abu Syauqi pada Kamis pagi. Tujuannya meminjam uang untuk membeli obat salah satu anaknya. Keluarga Iman-Anik mengontrak rumah tipe 45 di Jalan Margahayu Barat U-2 No 124 Margacinta Kota, Bandung. Menurut para tetangga, harga kontrak rumah di kawasan itu adalah Rp 4-5 juta/tahun.(dtc-60a) |