| Kamis, 15 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Semprot Sana Semprot Sini untuk Bersihkan Abu MerapiMAGELANG-Meskipun status Gunung Merapi sejak Selasa (13/6) sudah diturunkan dari Awas menjadi Siaga, abu vulkanik akibat erupsi beberapa hari lalu masih mengotori Kota Magelang. Untuk membersihkannya, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) menyemprot abu di trotoar jalan-jalan protokol, termasuk di seputar alun-alun. Kepala DPLH Ir Sudijono MM menjelaskan, pemilihan trotoar menjadi sasaran penyemprotan itu karena abu vulkanik di jalan raya tertiup angin akibat kendaraan lewat, kemudian menumpuk di trotoar. Penyemprotan itu dengan dua mobil tangki milik DPLH yang berkapasitas 3.000 liter. ''Ini langkah antisipasi, karena abu vulkanik sangat mengganggu pernapasan dan mata. Bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan seperti batuk pilek, juga radang mata,'' ujarnya, Rabu kemarin (14/6). Dia membenarkan, belum semua jalan protokol disemprot, khususnya di Jalan Pemuda. Sebab, trotoar di jalan itu setiap hari ramai orang sehingga harus dicari waktu yang tepat. Taman Kota Setiap sore taman-taman kota yang dipenuhi abu vulkanik juga disemprot. ''Agar tanamannya tetap asri. Bila tidak dibersihkan, akan layu dan mati,'' ujarnya. Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan Lukman Zakaria SH CN mengatakan, abu Gunung Merapi tidak akan menyebabkan warga Kota Magelang batuk atau radang. ''Saya sudah mengecek ke puskesmas, ternyata tidak ada lonjakan penderita kedua penyakit itu,'' tuturnya secara terpisah. Mengutip penjelasan Kepala Dinas Kesehatan dokter Nurul Safariah MKes, dia menambahkan, kalaupun ada warga yang batuk, itu bukan karena abu vulkanik. (P60-66) |