logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

Polisi Diminta Tangani Kasus Buku

PURWOREJO - Aktivis SCCNW (Semarang Corruption Collution and Nepotism Watch), H Jawade Hafidz Arsyad SH menyempatkan datang ke Polres Purworejo, Rabu (14/6) kemarin. Tujuannya meminta Kapolres untuk segera melakukan tindakan secara hukum terhadap dugaan ketidakberesan dalam pengadaan buku tahun 2003 dan 2004. Di balik acara itu, sejak pagi beredar SMS ke ponsel para kuli tinta. Isinya menyebutkan akan terjadi demo masalah korupsi oleh LSM dan mahasiswa suatu perguruan tinggi di Purworejo. Disebutkan pula, mereka akan demo ke Polres, pukul 11.00.

Ketika hal itu ditanyakan kepada Kasat IPP, AKP Siswanto, dia menyatakan tidak tahu kalau hendak ada demo. Sebab belum ada pemberitahuan. Namun ternyata hanya Jawade Hafidz yang berkunjung ke Polres, bersama Nurmansyah dari ICW Purworejo.

Ketika ditemui seusai keluar dari ruang kerja Kapolres AKBP Drs Rusli Hedyaman, Jawade menyatakan desakan dia kepada polisi berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat. Hal itu berkaitan dengan pengadaan buku tahun 2003 senilai sekitar Rp 3,5 miliar dan tahun 2004 senilai sekitar Rp 8,9 miliar. Proyek pengadaan buku tersebut, menurut dia, diduga kuat terjadi penyimpangan. Lantaran diduga tidak sesuai standar baku dan prosedur yang berlaku, sehingga dapat mengakibatkan kerugian perekonomian atau keuangan negara. Langkah itu dia lakukan sebagai wujud akuntabilitas dalam merespons apresiasi publik secara positif, proporsional dan objektif.

Disebutkan pula, SCCNW merupakan salah satu komponen LSM yang selalu aktif melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap perilaku dan kinerja penyelenggara negara. Khususnya yang berkaitan dengan penggunaan keuangan negara yang berasal dari APBN maupun APBD. Kapolres AKBP Drs Rusli Hedyaman saat menerima Jawade Hafidz menyatakan memiliki komitmen yang serius untuk memberantas KKN. Dia menyatakan tidak memberikan janji, tetapi akan berbuat untuk menangani kasus yang dilaporkan Jawade Hafidz itu. Rencananya, dia akan segera membentuk tim dan menindaklanjuti kasus tersebut. ''Insyaallah kami akan berjuang untuk kepentingan masyarakat. Kami serius dan tidak ada kepentingan lain. Tolong dibantu masalah data,'' ujarnya. (yon-24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA