| Kamis, 15 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Prajurit Korban Gempa Peroleh BantuanYOGYAKARTA - Kepala Staf TNI-AD (KSAD), Jenderal TNI Joko Santoso mengatakan, gempa tektonik yang melanda kawasan Provinsi DIY dan Jawa Tengah menunjukkan maha besarnya Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Kejadian itu sekaligus menunjukkan bahwa kita manusia tidak ada apa-apanya di hadapan-Nya. Oleh sebab itu, kata Joko, kemarin (14/6), di Markas Korem 072/Pamungkas Yogyakarta, kita harus menerima musibah itu dengan tabah dan tawakal. ''Kita harus meyakini bahwa Allah akan mencoba umatnya sesuai kemampuan kita, dan Tuhan pasti memiliki suatu rencana yang lebih baik untuk kita,'' ujarnya. Didampingi Ketua Yayasan Kartika Eka Paksi, Letjen TNI (Pur) Darsono, KSAD menyerahkan bantuan untuk prajurit Korem 072/Pamungkas Yogyakarta dan Korem 074/Warastrastama Solo yang menjadi korban gempa tektonik 27 Mei lalu. Untuk korban gempa, KSAD menyerahkan sumbangan sejumlah kursi roda, tongkat penyangga (kruk) dan obat-obatan. Kepada Danrem 072/Pamungkas Kol CZI Langgeng Sulistiyono dan Danrem 074/Warastratama Kol Inf Tirta Komara, ia menyerahkan dua unit mobil pengangkut (pikap) dan satu unit mobil ambulans. Letjen TNI (Pur) Darsono menyerahkan sumbangan uang Rp 2.000.000.000 Yayasan Kartika Eka Paksi. Joko Santoso menjelaskan, uang bantuan Rp 2 miliar kelak akan dibagikan kepada para korban dalam bentuk uang tunai. Karena untuk sementara jumlah korban terus berkembang, belum akan dibagikan. ''Saya harapkan paling lambat 24 Juni sudah bisa dibagikan setelah terdapat data valid korban,'' ujar mantan Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta itu. Keterangan yang diperoleh menyebutkan, gempa tektonik telah mengakibatkan 171 prajurit kedua Korem yang menjadi korban, baik korban nyawa, fisik maupun rumah. Dua di antaranya adalah Serka Sudiyono, anggota Koramil Prambanan yang meninggal dunia akibat gempa, dan Serka Bambang M, anggota Koramil Turi, Sleman, yang tewas tertabrak truk ketika akan mengevakuasi warga pada Kamis (8/6). Sebelum ini KSAD sudah dua kali menyerahkan bantuan untuk korban gempa di wilayah Kabupaten Bantul. Pembangunan Rumah Untuk melakukan pembangunan rumah warga korban gempa, Joko Santoso akan menunggu permintaan dari Bakornas. Jika bantuan dari TNI dibutuhkan, dia siap membantu. ''Kami menunggu permintaan dari Bakornas, jika mereka memang membutuhkan bantuan tenaga untuk melakukan pembangunan rumah, kami siap menerjunkan personel,'' katanya. Ketika dalam kondisi tanggap darurat, kata Joko, pihaknya sudah membangun sekolah darurat dari bahan bambu sebanyak 11 unit yang tersebar di Bantul. Dia mengaku peran TNI dalam mewujudkan sekolah darurat itu tidak lepas dari peran serta masyarakat setempat, sehingga dalam waktu tiga hari sekolah bisa digunakan. Untuk masalah rumah sakit darurat, kata dia, akan berakhir pada 24 Juni mendatang, tapi jika ada permintaan perpanjangan dari Bakornas, pihaknya akan memperpanjang keberadaan rumah sakit darurat TNI. (P58,Sho-24) |