| Kamis, 15 Juni 2006 | KEDU & DIY |
Penduduk Diminta Mencari Tempat Aman
YOGYAKARTA - Kemarin siang, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas cukup besar antara pukul 11.47 - 12.15. Keluarnya awan tersebut diikuti dengan suara gemuruh sehingga membuat masyarakat sekitar kaget. Apalagi Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang membunyikan sirine pertanda masyarakat harus waspada. Warga di sekitar lereng Merapi, seperti di Kinahreje, Kepuharjo, akhirnya keluar rumah dan berjaga-jaga di halaman dan jalan-jalan menuju barak pengungsian. Mereka bersiap-siap mengungsi kalau kemudian terjadi kondisi kritis. ''Memang, sejak siang tadi keluar awan panas terus-menerus selama sekitar 30 menit. Sirine juga langsung dibunyikan karena luncuran ini terlama kedua sejak beberapa hari lalu yang mengakibatkan runtuhnya kubah baru sebanyak 1,3 juta meter kubik,'' papar petugas pos pengamatan, Panut. Titik Kumpul Dia menjelaskan, keluarnya awan panas yang berlangsung cukup lama membuat warga agak panik. Namun mereka tampaknya sudah mengerti apa yang harus dilakukan, yakni segera keluar rumah dan bersiap mengungsi. Panut sendiri menyatakan belum ada imbauan dari BPPTK bagi warga untuk kembali mengungsi. Masyarakat, seperti permintaan aparat desa dan SAR, segera mencari tempat aman sembari melihat perkembangan aktivitas Merapi. Mereka berlindung di lokasi yang agak jauh dari arah luncuran awan panas. Perangkat Desa Umbulharjo, Misman mengungkapkan, begitu mendengar suara gemuruh dan melihat munculnya awan panas, dia langsung mensosialisasikan agar warga bergerak ke tempat-tempat perlindungan dan titik kumpul. Selain awan panas, hujan abu juga kembali turun. Langit gelap terlihat menyelimuti kawasan sebagian Yogyakarta. Di Cangkringan, Turgo, masyarakat harus mengenakan masker agar tidak sesak nafas serta memakai kaca mata. ''Truk-truk untuk mengevakuasi penduduk sudah kami siapkan di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau. Saat ada instruksi pengungsian, mereka akan segera naik ke atas truk dan langsung turun ke barak pengungsi,'' jelas Misman.(D19-24) |