| Kamis, 15 Juni 2006 | EKONOMI |
sekilas ekonomi10 Pelabuhan Diserahkan DaerahJAKARTA-Departemen Perhubungan melepas kewenangan pengelolaan 10 pelabuhan lokal kepada enam pemerintah kabupaten. Pelepasan wewenang ini karena pemkab tersebut merasa mampu mengelola pelabuhan lokal tersebut. "Kita anggap mereka sudah layak mengoperasikan sendiri pelabuhan itu," kata Menteri Perhubungan M Hatta Rajasa di Jakarta, kemarin. Kesepuluh pelabuhan itu yakni Parigi Raya, Pulau Kijang, Kuala Mandah di Kabupaten Indragiri Hilir, Way Seputih di Lampung Tengah, Tanglok dan Batioh di Sampang. Selain itu ada Pelabuhan Eretan dan Kalimenir di Indramayu, Midai di Natuna serta Moutong di Perigi Moutong. Hatta mengatakan, penyerahan wewenang ini sekaligus mengimplementasikan semangat otonomi daerah yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No.69/2001 yang salah satunya menyerahkan penyelenggaraan jasa pelayaran dan kepelabuhanan. Namun pemerintah pusat saat ini masih memegang kewenangan untuk penyerahan personal, peralatan, pembiayaan dan dokumen. "Namun kemungkinan semua itu akan diserahkan ke daerah juga," ujarnya. (bn-59) Nasmoco Special Promo Bulan Juni SEMARANG-Nasmoco Group selaku authorized Toyota dealer untuk Jateng dan DIY menggelar program ''Nasmoco Special Promo'', yaitu program yang memberikan kemudahan dalam pembelian mobil Toyota Yaris, Avanza, Kijang Innova dan Pick Up selama bulan Juni 2006. Dalam program ini, hanya dengan Rp 9 jutaan, konsumen dapat memperoleh Avanza atau Kijang Innova, dan Rp 14 jutaan untuk memiliki Toyota Yaris. ''Harga paket tersebut sudah on the road termasuk uang muka, administrasi dan asuransi all risk,'' Hartono Dinata, North Area Operation Manager & Marketing Divisi Head, kemarin. Untuk kendaraan niaga, dengan total pembayaran pertama sebesar Rp 6,5 juta dapat langsung membawa pulang Toyota pick up, sudah termasuk uang muka, angsuran pertama, administrasi dan asuransi. Nasmoco juga merekomendasikan dan bekerjasama dengan pihak leasing Nasmoco Kredit dan sebagainya. (G2-59) BNI Biayai Infrastruktur Rp 5-6 Triliun JAKARTA- Bank Negara Indonesia (BNI) menargetkan pembiayaan infrastruktur tahun ini sebesar Rp 5-6 triliun. BNI juga menargetkan pembiayaan di sektor ini selama lima tahun ke depan mencapai Rp 23 triliun. "Untuk tahun ini 20 persen sudah terserap," kata Direktur Utama BNI Sigit Pramono seusai diskusi Masyarakat Profesional Madani di Hotel Hilton, Rabu (14/6). Kredit infrastruktur tersebut akan disalurkan ke proyek pembangunan jalan tol dan pembangkit listrik. Saat ini BNI tengah mendanai pembangunan jalan tol di Jawa Timur. Khusus untuk pembangunan jalan tol di pulau jawa, BNI mengaku siap menyalurkan kredit. Hal ini karena pembangunan jalan tol di pulau Jawa dinilai cukup menguntungkan. "Kalau di pulau Jawa pembangunan jalan tol kan feasible, dari segi tarif dan volume cukup komersial. Asal jasa marga yakin kita juga yakin tidak ada masalah," ujarnya.(dtc-59) |