SUARA MERDEKA
 
INDEKS SALA Sabtu, 03 Juni 2006

SOLO- Korban gempa yang dirawat di beberapa rumah sakit di Solo makin berkurang. Paling banyak di RS Moewardi yang masih merawat 217 orang secara intensif. Di antaranya 89 korban sudah menjalani operasi berat dan ringan. ''Setiap hari kami mengoperasi sekitar 20 korban dan diharapkan pekan depan semua sudah tertangani sehingga sebagian bisa pulang,'' kata Anggita, Humas RS Moewardi.

BOYOLALI- Peringatan Hari Jadi Ke-159 Kabupaten Boyolali, ditandai suasana keprihatinan. Yakni, terjadinya gempa yang menimbulkan banyak korban. Karena itu, berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi lebih banyak dicurahkan untuk kegiatan sosial di daerah bencana gempa.

BOYOLALI- Kapolres Boyolali AKBP Drs Tri Maryanto akan memberi sanksi kepada anggotanya bila pukul 24.00 mobil operasional polsek berada di garasi. Sanksi hukuman berupa menghormat bendera Merah Putih sampai batas waktu tidak ditentukan.

SOLO- Program-program pemulihan daerah bencana pascagempa di Yogyakarta, Klaten, dan sekitarnya tengah disusun oleh berbagai pihak. Sarana dan prasarana permukiman, kesehatan, dan pendidikan menjadi bagian dari program itu.

KLATEN - Warga di beberapa desa di Kecamatan Delanggu, Klaten, Kamis (1/6) malam, dengan kusyuk melakukan ritual memasang sesaji tulak balak atau tolak bala. Sesaji yang ditanam di depan rumah dan digantung pada atas ambang pintu rumah itu, datang dari mulut ke mulut yang bersumber diyakini dari Yogyakarta.

SOLO- Penari Ira Kusumorasri akan menari di atas gethek pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Solo yang dipusatkan di Segaran, Taman Sriwedari, 5 Juni. Pnyelenggara Mayor Haristanto mengatakan kegiatan itu hasil kerja sama Pemkot Surakarta dan Republik Aeng-Aeng. (san-27)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA