SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 03 Juni 2006

- Pemerintah dalam banyak hal lamban, ternyata bukan hanya kesan melainkan kenyataan. Presiden dan Wakil Presiden telah pula ''tilik'' Jogja, diikuti sejumlah menteri, ternyata bantuan masih jauh dari harapan. Masih banyak para korban yang belum tersentuh bantuan secara memadai. Jumlah yang hanya sedikit, seperti contoh 15 bungkus mi harus dibagikan untuk puluhan warga. Artinya, mereka hanya makan kuahnya saja. Setelah berhari-hari berkutat dengan penderitaan, toh masih juga harus tetap bersabar.

- Kebrutalan tentara Amerika Serikat makin menjadi-jadi. Belum tuntas skandal pembantaian warga sipil di Haditha, Irak, oleh serangan marinir pada 19 November 2005, kini insiden yang tak kalah memilukan terjadi lagi. Di Samarra, seorang ibu yang hamil tua tewas ditembak sejumlah tentara Amerika, setelah mobil yang ditumpanginya berjalan ke arah yang salah akibat tergesa-gesa, saat menuju rumah sakit, untuk mendapatkan pertolongan persalinan.

HARI-hari ini Yogya dan sebagian wilayah Jawa Tengah tengah didera gempa bumi yang meluluhlantakkan dua provinsi itu. Dan kita akan terus disuguhi berita tentang penderitaan korban terutama pada anak-anak dan perempuan berupa raungan tangisan, kekurangan bahan makan, obat-obatan, dan fasilitas hidup lainnya.

PADA era reformasi ini terkesan pembicaraan dan pengkajian tema tentang Pancasila sudah tidak menarik. Penyalahgunaan Pancasila oleh Orde Baru lah yang membuat masyarakat bersikap demikian. Penghargaan kepada nilai-nilai Pancasila yang oleh Prof Notonegoro disebut sebagai norma fundamental negara semakin pudar.

Salut Telkomsel, layanan dengan ''Halo cek'' dapat mengontrol tagihan melalui cek informasi biaya penggunaan kartu Halo secara realtime. Pelanggan cukup menekan *888# (seperti Simpati) dan *887# untuk informasi biaya panggilan terakhir, SMS,MMS dan GPRS.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA