| Sabtu, 03 Juni 2006 | PANTURA |
MOCI Yuk...Pecak Belut Sumurpanggang Serbahangat dan FreshMENU makanan pecak belut belum banyak dijumpai di Kota Tegal. Begitu alasan Edi Winarto (35), warga Limbangan Wetan RT 5 RW 2, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, membuka warung pecak belut di Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Ternyata, ide membuka warung yang berawal dari pengamatan terhadap sejumlah warung makan pecak belut di Brebes yang banyak dikunjungi pelanggan itu, membuat Edi serius menjalankan usaha tersebut. Jumlah pelanggan yang datang ke warungnya untuk meminta menu pecak belut lumayan banyak. Warung yang berlokasi di depan Lapangan Sumurpanggang RT 5 RW 2 itu didatangi rombongan yang memesan menu pecak belut, lengkap dengan nasi, sambal, dan teh poci. Mereka tampak lahap menikmati belut goreng yang dicampur dengan sambal kacang. Salah satu pelanggan di satu rombongan, Legiman (43), warga Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal mengatakan, hampir setiap hari menikmati pecak belut sejak dibukanya warung tersebut. "Saya baru menemukan ada warung pecak belut di Kota Tegal. Saya mengetahui ada menu pecak belut ketika melintas Jalan Sumurpanggang, dari spanduk yang terpasang," ujar dia Kamis (1/6) malam. Sekali mencoba, dia mengaku ketagihan dengan pecak belut yang disediakan Edi. Tak Pernah Absen "Pecak belut di sini lebih nikmat. Khas gitu loh. Saya sebelumnya sering makan pecak belut di wilayah Brebes, tetapi yang ini lebih mantap. Harganya juga lebih murah," ungkap Legiman. Hal senada disampaikan pelanggan asal Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Sugiyono (48). Dia dengan beberapa rekan se-kelurahan hampir tak pernah absen menikmati menu pecak belut Edi. Dia juga mengakui, menu yang ditawarkan Edi lebih khas, terutama sambalnya. "Memang sih, kami harus menunggu makanan disajikan, tetapi nggak lama kok," tutur Sugiyono. Edi Winarto, pemilik warung mengatakan, sambal pecak belut dibuat dengan bumbu yang cukup lengkap. Di antaranya, kacang tanah, kencur, bawang putih, terasi, garam, gula merah, tomat, bawang merah, dan kecap. Untuk mengurangi amisnya belut, dia menambahkan jeruk purut pada sambal. Sambal pecak dibuat secara bertahap, saat pelanggan datang baru di-uleg, tidak sekaligus dalam jumlah banyak. Begitu halnya dengan belut, baru digoreng pada saat pembeli datang. Hal itu, kata dia, dilakukan untuk menjaga makanan yang tersaji selalu hangat dan fresh (segar). Cara demikian, lanjutnya, juga menguntungkan, mengurangi risiko merugi, karena bahan baku yang tersisa masih dapat digunakan pada waktu berikutnya. Harga satu porsi pecak belut lengkap dengan nasi Rp 4.000, sedangkan minuman yang ditawarkan mulai harga Rp 1.500 hingga Rp 2.500. Minuman terdiri atas jeruk dingin dan hangat, kopi susu, dan teh poci. Edi juga menyediakan pilihan menu lain, yakni bakso dan pecak lele. (Siti Kholidah-17d) |