| Sabtu, 03 Juni 2006 | PANTURA |
1.248 Jiwa Terancam Gas Beracun
BATANG - Dusun Wanapriya dan Dusun Sidongkal yang berpenghuni 1.248 jiwa di Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, berada di daerah rawan bahaya gas beracun menyusul aktifnya kawasan gunung api di Dataran Tinggi Dieng. Potensi bahaya itu juga muncul dikarenakan aktifnya Gunung Merapi di sebelah timur dan Gunung Slamet di sebelah barat. Dataran Tinggi Dieng berada di tengah-tengah. Bagian bawahnya merupakan aliran lava yang menghubungkan kedua gunung itu. ''Berdasarkan penjelasan Direktorat Vulkanologi Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, ada dua dusun di Desa Gerlang yang punya potensi mengeluarkan gas beracun,'' ujar Camat Blado, Sutiyo, Jumat (2/6). ''Penyebabnya, Gunung Merapi di timur dan Gunung Slamet di barat sedang aktif. Sedangkan Dataran Tinggi Dieng berada tengah-tengah. Jauh di dalam tanahnya, terdapat aliran magma yang menghubungkan kedua gunung itu,'' tambahnya. Dikatakan, Desa Gerlang berdekatan dengan Dataran Tinggi Dieng. Desa itu terbagi atas tujuh dusun yang letaknya saling berpencar-pencar, yaitu Sidongkal, Watulembu, Gerlang, Sidongkal, Gunungalang, Wonopriyo, dan Kradenan. Wilayahnya sebagian besar merupakan kawasan hutan lindung dan hutan cagar alam. ''Sesuai dengan kondisi di lapangan, dua dari tujuh dusun di Gerlang berpotensi muncul gas beracun. Kedua dusun itu adalah Wanapriya dan Sidongkal,'' ujarnya, seusai meninjau Desa Gerlang. Serius Menurut dia, ancaman yang dihadapi sangat serius. Di Dataran TInggi Dieng belakangan ini sering terjadi gempa, meskipun tidak besar. Namun, gempa itu berpotensi mengeluarkan gas beracun. ''Lain dengan Merapi, yang mengeluarkan lava dan semburan awan panas yang disebut wedus gembel. Bahaya yang dihadapi warga Wanapriya dan Sidongkal adalah gas beracun,'' tegasnya. Menurutnya, gas beracun yang keluar itu adalah karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) yang tidak berbau dan tidak berwarna. ''Gas inilah yang pada tahun 1979 keluar dari Kawah Sinila dan menelan 149 korban jiwa,'' ujar alumni APDN Srondol Semarang itu. Sebagai langkah antisipasi, penduduk Wanapriya disiapkan untuk menyelamatkan ke Kradenan, sementara warga Sidongkal ke Watulembu. Kawah terdekat dengan kedua dusun itu adalah Sibanger. Di sebelah timur terdapat Kawah Candradimuka (di kaki Gunung Jimat), sedangkan di selatan Kawah Sinila. Kades Gerlang Amat Mafthukin, yang dihubungi secara terpisah, menyatakan khawatir. Dikatakan, gas beracun sebenarnya sudah mulai keluar sejak April lalu, bersamaan dengan aktifnya Gunung Merapi mengeluarkan lava.(ar-58) |