| Sabtu, 03 Juni 2006 | WACANA |
Surat PembacaHalo Cek Telkomsel ''Setengah Hati''Salut Telkomsel, layanan dengan ''Halo cek'' dapat mengontrol tagihan melalui cek informasi biaya penggunaan kartu Halo secara realtime. Pelanggan cukup menekan *888# (seperti Simpati) dan *887# untuk informasi biaya panggilan terakhir, SMS,MMS dan GPRS. Cara aktif pun mudah dan gratis, cukup SMS ketik HC ON he 333 dan bisa langsung dinikmati pelanggan. Masalah muncul ketika saya mengaktifkan, ternyata akses ditolak dengan alasan saya termasuk pengguna 'Halo Basic' (program Halo lama) bukan 'Halo Bebas'. Saya konfirmasi ke Telkomsel, ternyata program 'Halo cek' tidak untuk semua pelanggan kartu Halo. Sayang memang. Jadi pelanggan lama bila cek pulsa masih dengan cara mengirim sms ke 333 ketik 'halo'. Itupun akhir-akhir ini sering tidak mendapat respon atau balasan sering terlambat. Akibatnya pelanggan kesulitan cek pulsa bulan berjalan. Saya berharap mendatang Telkomsel tidak ''setengah hati'' memberi pelayanan. Tapi 'satu hati' untuk semua pelanggan. Didik Argentum Kelud Utara II/10, Semarang *** Wajah Negeri Kita Suatu pagi saya tertawa ketika membaca koran, ada pengirim SMS berdoa, semoga Presiden SBY datang ke Semarang dan lewat Jl Citarum yang rusak. Harapannya agar jalan segera diperbaiki Pemkot. Saya jadi ingat ketika presiden pulang kampung beberapa waktu lalu. Pemkab Pacitan bergerak cepat memperbaiki jalan-jalan rusak serta berbagai fasilitas lain. Saya tertawa karena negeri ini ternyata penuh parodi. Mentalitas ABS (asal bapak senang) masih subur membudaya. Belum lagi saya baca, banyak keluhan masyarakat tentang pelayanan birokrasi yang bertele-tele. Sementara itu, kasus demi kasus korupsi menjadi head line di hampir setiap surat kabar. Ini suatu hal yang membuat hati miris, ironis, dan tragis. Tengok lebih dalam, jumlah orang miskin di negeri ini masih banyak. Tidak tertutup kemungkinan jumlahnya akan meningkat. Saya jadi ingat kata-kata yang pernah diucapkan presiden dan wapres Negeri BBM (Benar-Benar Mabok): ''Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menertawakan dirinya sendiri''. Ah, beginikah wajah negeri kita? Hati nurani, di mana engkau kini? Chlora Satya Wardani Jl Cepiring Gemuh 13, Kendal *** Suara Hati dan Malu Sejak menjadi presiden, Bapak SBY menabuh genderang perang melawan korupsi yang membudaya di setiap lini. Sebagian tersangka koruptor dari segala sektor diciduk dan diadili. Ada yang divonis bebas lepas bak burung dan ada yang dihukum serta membayar denda. Namun ironisnya setelah mereka bebas dari hukuman, banyak yang tetap berkarya atau dikaryakan misalnya tetap sebagai anggota Dewan. Saya contohkan anggota Dewan, karena mereka wakil rakyat yang berada di tengah rakyat, jadi segala tindakannya diketahui rakyat. Tapi mereka seolah tidak tahu bahwa tindakannya membuat rakyat yang diwakili sengsara serta menghancurkan moralitas dan perekonomian. Bahkan terkadang mereka berkelit seolah bersih. Untuk menutupi perilakunya, mereka sibuk membuat tata tertib baru (untuk melindungi dari pencopotan). Mereka mengaku sebagai korban peraturan dan ketidakadilan. Tapi sebenarnya rakyat tahu, hal itu hanya kamuflase dan egois. Lalu siapa yang salah dan pertanyaan dalam hati saya, sudah hilangkah suara hati Anda dan rasa malu?. Lalu... kapan Indonesia akan terbebas dari korupsi? Dra Susilowati Jl Raya Serayu 46, Banyumas *** KA Argo ''Bahari'' Di era yang serba canggih dan cepat seperti sekarang, orang Tegal butuh kereta api eksekutif langsung jurusan Tegal-Gambir PP. Selama ini KA eksekutif berasal dari Semarang dan Surabaya sehingga tarifnya lebih mahal. Tegal sebagai salah satu kota besar dan masyarakatnya punya daya beli tinggi inginkan KA eksekutif. Selama ini yang langsung dari Tegal ke Jakarta kelasnya hanya ekonomi. Saya berharap PT KA Daop IV Semarang membuka jalur potensial ini. Orang Tegal yang ke Jakarta dengan bus eksekutif jumlahnya sekitar seribu orang/hari. Dibanding bus, naik KA lebih aman. Potensi inilah yang bisa dibidik dan dilirik PT KA. Saran saja jangan terlalu lama untuk mewujudkan impian orang Tegal agar semua pihak saling memetik manfaatnya. KA Argo ''Bahari'' jurusan Tegal-Gambir pp. M Fachrizal Bekasi Timur Permai D10/30 Rt 2/Rw 12 Setia Mekar, Tambun Slt *** Doa untuk Negeri Belum lagi kering air mata Ibu Pertiwi akibat tsunami memporakparandakan Serambi Mekah, kini bencana ganti mengguncang Kota Seribu Seni. Aceh dan Yogjakarta adalah kota simbol peradaban agama dan budaya. Ribuan anak kini menjadi yatim piatu, ribuan orang kehilangan sanak saudara, tempat tinggal dan harta benda, Ya Allah, kami hanyalah mahluk lemah yang tak berdaya menghadapi kuasaMu. Mungkin ini semua Engkau kirimkan agar kami tidak lupa menyebut namaMu, agar kami tahu betapa Engkau yang Maha Agung yang berkuasa penuh atas diri kami. Ya Allah, kami mahluk lemah. Kami tahu peringatan dan ujian dariMu adalah sebuah sapaan halus agar kami selalu menyandarkan diri padaMu. Tiada yang abadi di dunia fana ini, membuka nurani kami, membangun kembaii rasa persaudaraan di antara kami, menumbuhkan rasa empati yang telah kami lupakan. Ya Allah, berilah kami ketabahan dan kekuatan agar dapat menjalani semua ini, jadikan kami mahluk yang tidak lupa akan kebesaran Sang Pencipta. Jadikan bumi yang kami pijak menjadi tempat damai. Jangan jadikan peperangan dan perpecahan di antara kami, Ya Allah jadikan bencana kali ini yang terakhir dariMu karena setelah ini kami akan menjadi insan yang selalu menyebut namaMu, melaksanakan perintahMu dan menjauhi segala laranganMu. Ya Allah, sadarkan saudara kami yang lain, agar kami dapat menjadi insan yang hablum minannas. Agar kami dapat meringankan saudara kami yang tertimpa bencana.,. Syarifudin Trimulyo Rt 3/Rw 1 Sukorejo, Kendal *** Yang Terlupakan Ramai - ramai pasar Johar Semarang akan dibongkar, apa sedang musimnya atau lagi senang ramai-ramai sehingga Pemkot sedikit banyak membuat orang jadi ramai. Mari coba saling menghargai profesi untuk diajak duduk bersama mencari jalan terbaik sehingga tidak saling menyalahkan. Menyalahkan adalah paling gampang tapi jangan gampang menyalahkan. Contoh, yang membuat kurang nyamannya wisatawan adalah kota lama yang kini makin kumuh. Air pasang merambah ke mana-mana, gepeng makin hari makin bertambah dan PKL muncul di semua wilayah. Semua masalah tersebut belum tertangani dengan baik. Mungkin itulah yang terlupakan. Bambang Wahyudi Jl Koro Raya 23 Tambak Aji, Semarang *** Penjelasan Indosat PT Indosat Tbk mengucapkan terima kasih atas masukan Ibu Dewi Yuningsih Jl Trenggiling Timur 61 Cilacap, yang dimuat di Surat Pembaca 27 Mei 2006 berjudul ''Kecewa Indosat IM3''. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan Ibu dalam menggunakan fasilitas layanan Indosat. Kami telah mengunjungi Ibu Dewi Yuningsih serta mengklarifikasi keluhan tersebut. Dengan demikian, permasalahannya teratasi dan beliau dapat menggunakan HP-nya kembali serta tetap menggunakan kartu IM3nya. Masukan dan saran tetap kami terima demi peningkatan kualitas layanan kepada para pengguna kartu seluler Indosat. Silakan menghubungi customer service kami atau langsung ke Galeri Indosat terdekat. PC Sutrisno Head of Purwokerto Branch *** Soal Indomaret Boja Menyusul dimuatnya tulisan di surat pembaca beberapa waktu lalu berjudul ''Indomaret Boja'', maka pihak Indomaret telah menemui saya yang diwakili Bapak Johan. Beliau memberi klarifikasi atas permasalahan yang terjadi secara baik dan kekeluargaan. Karenanya persoalan saya dengan Indomaret Boja selesai. Beerlina Sari Jl Pemuda 204 Boja, Kendal |