| Sabtu, 03 Juni 2006 | NASIONAL |
Perampok Sekap 16 Karyawan ACCTEGAL - Perampok membawa senjata api beraksi di sebuah perusahaan pembiayaan (leasing) Astra Credit Company (ACC) di Jalan Gadjah Mada Nomor 21, Kota Tegal, kemarin sore (2/6). Pelaku yang diperkirakan delapan orang itu mengendarai Toyota Kijang warna silver G-1466-N. Selain menyekap 16 karyawan, pelaku membawa kabur uang Rp 10 juta dan sejumlah surat Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Kerugian keseluruhan sekitar Rp 50 juta. Enam belas karyawan, termasuk manajer perusahaan, Kuntoro, disekap di tiga ruangan. Tangan dan kaki mereka diikat dengan tali rafia warna biru, sedangkan mulut dan mata para korban dilakban. Menurut Kuntoro, kejadian itu hanya berlangsung sekitar 15 menit. Saat itu, dia di ruangan bersama dua karyawan, tiba-tiba ada tiga orang berbadan tegap dan berambut pendek masuk ke ruangan sembari menodongkan pistol. "Saya diminta untuk tidak berteriak. Kalau nekat, akan dibunuh," ujar Kuntoro. Dia dipaksa membuka brankas. Setelah itu, pelaku mengikat kaki dan tangannya menggunakan tali rafia. Dua karyawan di ruangannya juga diperlakukan sama. Lita, karyawan yang saat kejadian sedang berada di ruang depan, mengatakan, sebelum masuk ke ruang pemimpinnya, pelaku terlebih dahulu melumpuhkan seorang satpam dan 12 karyawan, termasuk dia yang sedang berkemas pulang. Semua disekap di dua ruangan. Selain mengikat kaki dan tangan menggunakan tali rafia, pelaku juga menutup mata dan mulut korban dengan lakban. Setelah menyekap seluruh korban, perampok mengacak-acak ruangan kantor dan kabur dengan membawa uang Rp 10 juta serta sejumlah surat BPKB. "Mereka kemudian kabur dengan menggunakan mobil Toyota Kijang silver G-1466-N," katanya. Setelah pelaku kabur, karyawan berusaha melepaskan tali dan lakban yang menutupi mulut dan mata. Seorang yang berhasil melepas ikatan lebih dahulu, kemudian membantu korban lainnya. Mereka selajutnya melaporkan kejadian itu ke polisi. Kapolresta Tegal, AKBP Ali Tarunajaya SSos, memperkirakan, pelaku sebelumnya sudah mengamati lokasi sasaran. Sebab, mereka tahu kapan harus beraksi, yakni sore hari saat polisi yang ditugaskan patroli memantau situasi beranjak istirahat. Dari keterangan karyawan, seorang pelaku sempat berpura-pura sebagai tamu. Namun, tidak berselang lama, beberapa temannya ikut masuk. Kasus tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian di luar wilayahnya. (H17-46h) |