| Sabtu, 03 Juni 2006 | NASIONAL |
Dunia Internasional Puji IndonesiaYOGYAKARTA - Di antara berbagai kekurangan yang terjadi, ternyata upaya yang dilakukan aparat pemerintah pusat sampai daerah diakui Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) sebagai langkah yang luar biasa. Karena itu, walaupun pemerintah RI tidak meminta, PBB bersama negara donor ataupun Non Go- vernmental Organization (NGO/ LSM) internasional memberikan dukungan. Penilaian itu dikatakan Kepala Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Puji Pujiono, kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (2/6). Didampingi sejumlah staf kantor yang berpusat di Kobe, Jepang, itu, dia mengungkapkan yang telah dilakukan pemerintah RI merupakan suatu respons yang luar biasa. Penilaian itu, antara lain dilihat dari penanganan sektor kesehatan, jumlah korban yang ditangani, serta personel dan aset yang digerakkan ke wilayah bencana. ''Kami nilai itu merupakan suatu pekerjaan yang luar biasa,'' ujar Puji Pujiono. Terlebih ketika gempa tektonik terjadi, semua aparat sedang libur dalam rangka cuti bersama dan banyaknya bangunan rusak ataupun nyawa yang harus ditolong. Bangun Rumah Sementara itu, bagi korban gempa bumi, khususnya yang kehilangan rumah, tidak perlu khawatir. Sebab pemerintah akan segera membangun rumah bagi mereka. Nantinya dalam pembangunan rumah untuk para korban gempa bumi, tidak ada pemborong maupun kontraktor. Sebab, menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, pembangunannya dilakukan dengan sistem gotong royong yang diberi upah. Sistem tersebut, diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat. ''Mereka yang gotong royong bukan orang luar, melainkan harus warga desa setempat,'' tutur Sri Sultan di hadapan para perangkat desa se-Kabupaten Bantul di Kantor Kilen, Yogyakarta.(P58,sgt-60hm) |