| Sabtu, 03 Juni 2006 | NASIONAL |
SK Tak Kunjung Diserahkan
SEMARANG - Surat Keputusan (SK) pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tenaga honorer formasi 2005 yang tidak kunjung diserahkan membuat sebagian dari mereka resah. Akibatnya, sejumlah tenaga honorer, yang dibiayai APBN/APBD,tersebut mempertanyakan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mereka berharap DPD bisa memperjuangkannya. Berdasarkan keterangan koordinator DPD asal Jateng, Drs Sudharto MA, penyerahan SK CPNS tenaga honorer formasi 2005 belum bisa dipastikan. Hal itu terkait dengan jumlah tenaga honorer yang masuk ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) membengkak. Dari yang semula hanya berkisar 640.000 orang, setelah muncul kebijakan pemerintah bahwa seluruh tenaga honorer akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) secara bertahap sampai dengan 2009, jumlahnya meningkat menjadi 840.000 orang. "DPD telah bertemu dengan Menteri Negara (Menneg) Pemberdayaan dan Aparatur Negara (PAN) guna menyampaikan aspirasi tentang ketidakjelasan penyerahan SK pengangkatan tenaga honorer. Pegawai honorer resah, karena belum juga mendapatkan SK," katanya, kemarin, tanpa memperinci pertemuan DPD dengan tenaga honorer. Pada 8 Mei lalu, Gubernur Jateng, Mardiyanto, menyerahkan SK CPNS pelamar umum untuk formasi 2005 kepada 126 orang yang bekerja di lingkungan Pemprov Jateng. Dalam kesempatan itu, dia menyatakan, penyerahan SK CPNS tenaga honorer masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari BKN. Bertambahnya jumlah pegawai honorer, kata Sudharto, mencerminkan bahwa aparat birokrasi daerah tidak bisa dipercaya. Banyak pejabat di daerah yang menambahkan nama-nama baru, ketika Kementrian PAN memverifikasi data tentang data pegawai honorer yang sebelumnya telah masuk di BKN. Ketidakpastian penyerahan SK tenaga honorer, karena pemerintah membutuhkan waktu lebih panjang guna meneliti berkas pegawai honorer, sebagai antisipasi adanya manipulasi data tentang kebenaran nama-nama yang diajukan tentang pengalaman kerja, masa kerja, umur, dan item lain. "Menneg PAN, Taufik Effendi, menegaskan, akan menyerahkan SK CPNS tenaga hononer, setelah benar-benar yakin tidak ada manipulasi data lagi," tandas Sudharto, yang juga ketua Pengurus Daerah (PD) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng itu. Oktober Rekrutmen Pemerintah akan merekrut CPNS formasi 2006 pada bulan Oktober, sehingga tahun ini ada dua kali seleksi CPNS. Rekrutmen kali ini juga membuka formasi dari pelamar umum dan tenaga honorer. Mengantisipasi tindakan kecurangan, proses rekrutmen bisa berjalan fair dan mencerminkan keadilan, pemerintah saat ini sedang menggodok formula tentang persyaratan pelamar umum. (H7,G17-46h) |