| Sabtu, 03 Juni 2006 | NASIONAL |
Stok Beras di Klaten Habis
KLATEN - Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Klaten kehabisan beras untuk memenuhi kebutuhan pengungsi korban gempa. Sejak Kamis (1/6), Satlak sudah tidak mendistribusikan beras ke kecamatan-kecamatan. ''Stok beras habis sejak kemarin (Kamis 1/6). Akibatnya, dua hari ini kami tidak mendistribusikan beras ke daerah. Kini hanya ada beras bantuan swasta. Jumlahnya pun hanya 10 ton,'' ungkap Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Klaten Drs Bambang Sigit di Posko Satlak, kemarin. Menurut dia, jumlah beras yang dibagikan kepada korban gempa kemarin sudah mencapai 173 ton. Jumlah itu di antaranya berasal dari Pemkab Klaten 100 ton dan dari Pemprov Jateng 65 ton. Ada bantuan dari Departemen Sosial 200 ton. Namun hingga kemarin, DO-nya belum ada. ''Saya sudah menghubungi Kantor Menteri Sosial, namun sampai sekarang DO-nya tetap belum diterima. Jadi, kami belum bisa mengambil beras itu di gudang Dolog,'' tandas Bambang. Terus Berdatangan Dia menambahkan, permintaan beras dari kecamatan-kecamatan terus berdatangan. Namun karena stok tidak ada, permintaan itu belum bisa dipenuhi. Hanya sebagian kecil yang dipenuhi dari beras bantuan swasta atau perorangan. Meski demikian, selain bantuan dari pemerintah, warga juga menerima bantuan dari masyarakat secara langsung. Saat ini banyak warga dari dalam dan luar Klaten yang datang ke lokasi bencana untuk memberikan berbagai macam bantuan langsung. Bantuan itu di antaranya beras, makanan cepat saji, makanan siap saji, perlengkapan mandi dan cuci, selimut, tenda, tikar, air minum, serta lampu. Belum Pernah Menerima Sementara itu, warga Desa Talang, Kecamatan Bayat, Klaten mengaku belum pernah menerima atau mendapatkan nasi bungkus. Mereka juga baru sekali mendapat bantuan dari pemerintah berupa 15 kg beras yang dibagi untuk 65 keluarga. Menurut Sugiman (50) warga desa itu, setelah gempa, ada beberapa sukarelawan yang datang dan mendirikan tenda Depsos di lapangan desa tersebut. Namun setelah tenda berdiri, para sukarelawan pergi begitu saja. ''Pemerintah pernah memberikan bantuan 15 kg beras untuk satu RT. Padahal, di sana ada 65 KK/RT. Setelah itu, belum dapat lagi,'' tutur Sugiman, kemarin. Untuk mengupayakan bantuan yang lain, warga terpaksa meminta kepada kenalan-kenalan mereka di luar kawasan bencana. Bantuan yang telah diterima biasanya berupa bahan makanan. Warga pun memasak sendiri. ''Kami belum pernah menerima nasi bungkus. Makanya kami tak ikut keracunan,'' tutur warga yang lain sambil tersenyum. Warga Talang minta supaya pemerintah tidak melupakan warga desa itu, dengan cara tetap memberikan bantuan berupa sembako. (F5,G6-41m) | ||||